Aku menghabiskan sarapan dengan buru-buru.Nasi goreng yang biasanya terasa enak pagi ini seperti pasir di mulutku. Aku hampir tidak mengunyah, hanya menelan cepat sambil menghindari tatapan siapa pun di meja makan.Eyang masih bercerita pada ayah, ibu tiriku sibuk menuang teh, dan… untungnya tidak ada Kak Lora maupun Diana di sana. Julia tidak terlihat terganggu dengan kehadiranku.Tidak ada yang mengajakku untuk mengobrol, setidaknya sampai aku berdiri.“Kamu tidak nambah?” tanya ibu tiri.“Sudah kenyang,” jawabku cepat.Aku langsung berbalik sebelum ada yang mengajakku mengobrol lebih lanjut. Tujuanku hanya satu: cepat berberes dan pergi ke perpustakaan. Setidaknya aku harus mulai fokus untuk menyelesaikan tugas libur semester ini.Baru dua langkah dari ruang makan, suara sandal menyusul di belakangku.“Jadi ke perpustakaan?” suara Julia.Aku refleks mempercepat langkah. Sebe
Read more