Ia mendengus pelan sebelum berbalik menuju kamarnya, sementara Eyang Sumi mengelus rambut Nara dengan penuh kelembutan."Yang tabah ya, Nak," ucapnya pelan.Aku sempat menghampiri Nara yang masih berdiri memeluk piyama pemberian Kak Julia."Kalau butuh apa pun, bilang saja sama Eyang, ya."Nara mengangguk pelan. "Terima kasih."Setelah itu kami berpencar menuju kamar masing-masing. Aku masuk ke kamarku untuk mengambil pakaian ganti dan handuk sebelum mandi.Baru saja aku membuka lemari, tiba-tiba terdengar langkah kaki mendekat."Bayu..."Aku menoleh.Belum sempat bertanya, Nara sudah memelukku dari belakang. Pelukannya lemah, tetapi cukup untuk membuatku terdiam. Aku bisa merasakan tubuhnya masih bergetar karena sejak sore ia terus menangis."Bayu..." bisiknya lirih. "Enggak mau tidur bersamaku saja? Kamu bisa menolak, kan, sama Kak Julia?"Aku menarik napas pelan sebelum melepaskan kedua tangannya dengan
続きを読む