"Baiklah, jika itu maumu. Aku akan keluar. Tapi tolong, jaga dirimu baik-baik, Sayang. Cintaku padamu tidak pernah berubah sedikit pun, aku akan balik lagi setelah kau tenang," bisik Marvin parau, suaranya sarat akan kepedihan yang mendalam.Arthur hanya menatap punggung menantunya itu dengan helaan napas berat, sementara Alina memalingkan wajahnya ke arah jendela, menolak untuk mendengarkan lebih jauh."Maafkan aku, Alina," gumam Marvin, air matanya tiba-tiba jatuh bergulir.Dengan langkah gontai, Marvin melangkah keluar dari kamar rawat VVIP tersebut. Namun, baru saja pintu kayu ek itu tertutup rapat di belakangnya, Leo berlari menghampirinya dari ujung koridor dengan napas tersengal-sengal. Wajah tangan kanan Marvin itu tampak sangat pucat, dan di tangannya terdapat sebuah map dokumen rahasia."Marvin! Gawat!" seru Leo dengan suara tertahan agar tidak terdengar sampai ke dalam kamar.Marvin menghentikan langkahnya, langsung memasang wajah dingin dan tegas. "Ada apa, Leo? Kenapa kau
Read more