"Julian, kau kah itu?!" Alina tersentak bangun, napasnya memburu dengan keringat dingin yang membasahi keningnya. Ada perasaan trauma yang terlihat jelas di wajahnya saat ini. "Sshh... ini aku, Sayang. Ini Marvin. Tenanglah, kau aman." "Marvin... Aku takut," ucapnya, memeluk tubuh Marvin dengan erat. Marvin tersenyum, melepaskan pelukannya pelan-pelan dan berusaha untuk menenangkan dirinya. Marvin dengan secepat kilat menangkup wajah Alina, mengusap pipi istrinya dengan kedua telapak tangannya yang hangat. Ketakutan di mata Alina perlahan surut begitu melihat wajah tegas sang suami di depannya. Ia mulai merasakan ketenangan saat mimpi buruknya kini berakhir. "Marvin, kenapa kau lama sekali? Apa yang sebenarnya kalian bicarakan, aku ingin tahu," bisik Alina sedikit manja, sambil perlahan mendekap hangat tubuhnya. "Tidak ada, ayahmu hanya ingin aku selalu menjagamu, dan aku sudah berjanji akan selalu menjaga dan melindungi mu, Alina," katanya lembut sembari mengusap rambut Alin
Read more