แชร์

Bab 92

ผู้เขียน: Rose_roshella
last update วันที่เผยแพร่: 2026-06-10 21:34:16

"Lenika! Hentikan! Apa yang kau lakukan? Apa kau sudah gila?!" bentak Marvin, menepis kasar tangan Lenika yang terus menjambak rambutnya sendiri hingga beberapa helai rambutnya tercabut.

"Jangan ambil dia dariku, dia milikku. Dia suamiku," ucap Lenika dengan tatapan kosong.

"Sadarlah, Lenika! Jangan pernah berpura-pura di depanku!" seru Marvin, menggoyangkan tubuh Lenika.

Lenika ambruk ke lantai minimarket, bersimpuh di depan kaki Marvin dengan tubuh gemetar hebat. Sorot matanya yang biasa penu
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Dekapan Hangat Sang Bodyguard    Bab 93

    "Baiklah, jika itu maumu. Aku akan keluar. Tapi tolong, jaga dirimu baik-baik, Sayang. Cintaku padamu tidak pernah berubah sedikit pun, aku akan balik lagi setelah kau tenang," bisik Marvin parau, suaranya sarat akan kepedihan yang mendalam.Arthur hanya menatap punggung menantunya itu dengan helaan napas berat, sementara Alina memalingkan wajahnya ke arah jendela, menolak untuk mendengarkan lebih jauh."Maafkan aku, Alina," gumam Marvin, air matanya tiba-tiba jatuh bergulir.Dengan langkah gontai, Marvin melangkah keluar dari kamar rawat VVIP tersebut. Namun, baru saja pintu kayu ek itu tertutup rapat di belakangnya, Leo berlari menghampirinya dari ujung koridor dengan napas tersengal-sengal. Wajah tangan kanan Marvin itu tampak sangat pucat, dan di tangannya terdapat sebuah map dokumen rahasia."Marvin! Gawat!" seru Leo dengan suara tertahan agar tidak terdengar sampai ke dalam kamar.Marvin menghentikan langkahnya, langsung memasang wajah dingin dan tegas. "Ada apa, Leo? Kenapa kau

  • Dekapan Hangat Sang Bodyguard    Bab 92

    "Lenika! Hentikan! Apa yang kau lakukan? Apa kau sudah gila?!" bentak Marvin, menepis kasar tangan Lenika yang terus menjambak rambutnya sendiri hingga beberapa helai rambutnya tercabut."Jangan ambil dia dariku, dia milikku. Dia suamiku," ucap Lenika dengan tatapan kosong."Sadarlah, Lenika! Jangan pernah berpura-pura di depanku!" seru Marvin, menggoyangkan tubuh Lenika.Lenika ambruk ke lantai minimarket, bersimpuh di depan kaki Marvin dengan tubuh gemetar hebat. Sorot matanya yang biasa penuh kelicikan kini tampak kosong, liar, dan dipenuhi ketakutan yang aneh. Ia bukanlah seperti Lenika yang dikenalnya."Marvin... jangan biarkan wanita buta itu membunuh bayiku! Dia... dia membawa pisau besar! Dia ingin merobek perutku, Marvin! Kau harus menyelamatkan anak ini. Dia mau merebutmu dariku," jerit Lenika histeris, air matanya bercucuran sembari memegangi perutnya yang sedikit membuncit.Marvin mengernyitkan dahi dalam-dalam, rahangnya mengetat. "Jangan berakting gila di depanku, Lenika

  • Dekapan Hangat Sang Bodyguard    Bab 91

    "Aaargh... Sialan!" erang Pram dengan mengumpat.Marvin dengan gerakan kilat langsung menerjang maju, menarik Alina ke dalam pelukannya, sementara Leo dengan sigap mengunci tubuh Pram ke lantai dan memborgol kedua tangannya. Dan kali ini dia tidak membiarkan dia lolos begitu saja."Lepaskan aku! Sialan kalian semua!" raung Pram, memaki-maki saat Leo menyeretnya keluar dari kamar yang kini mulai dialiri listrik darurat, membuat lampu kembali menyala terang."Bawa bajingan ini keluar sekarang! Jangan biarkan dia lolos lagi. Kalau dia sampai lolos lagi, pastikan peluru itu menembus jantungnya!" seru Marvin dengan menatap wajah Pram penuh amarahMarvin segera mendekati Alina dan mendekap tubuhnya dengan sangat erat, mencium puncak kepala istrinya berulang kali, agar memberikan rasa aman untuknya. "Marvin... Akhirnya kau datang," ucap Alina dengan wajah terlihat ketakutan."Kau aman, Sayang. Aku di sini. Maafkan aku karena terlambat datang. Jangan takut lagi. Aku sudah menyingkirkan pria

  • Dekapan Hangat Sang Bodyguard    Bab 90

    "Ayo cepat, Marvin! Pintunya terkunci dari luar!" teriak Leo panik, mencoba mendobrak pintu besi gudang yang kokoh."Menyingkir, Leo! Biar aku atasi ini!" raung Marvin."Kali ini aku tak akan melepaskan kalian!"BANG! BANG!Marvin menembak engsel pintu dengan pistolnya, lalu menendangnya dengan sekuat tenaga. Pintu itu terbuka tepat saat jarum bom waktu menyisakan lima detik. Marvin dan Leo melompat keluar, berguling di atas tanah basah.BOOMMM!Ledakan dahsyat menghancurkan gudang di belakang mereka, mengempaskan tubuh kedua pria itu ke udara. Marvin terbatuk di tengah kepulan asap, mengabaikan rasa sakit di sekujur tubuhnya yang baru saja pulih. Pikiran dan hatinya hanya tertuju pada satu nama, Alina. Sementara Leo berusaha menahan rasa sakitnya."Marvin! Kau tidak apa-apa?!" tanya Leo sambil meringis kesakitan, memegangi bahunya."Aku tidak punya waktu untuk sakit, Leo! Kita harus segera bergerak!" Marvin bangkit berdiri dengan napas memburu, matanya memancarkan kilat kemarahan yan

  • Dekapan Hangat Sang Bodyguard    Bab 89

    "Terima kasih, Ayah. Aku hanya ingin bisa melihat wajahmu dan wajah Marvin seperti sedia kala lagi," lirih Alina, bibirnya mencoba tersenyum meski hatinya masih diliputi kegelisahan yang hebat.Arthur mengusap kepala putrinya dengan sayang. "Kau pasti bisa melihat lagi, Sayang. Ayah janji. Dokter terbaik sudah ayah siapkan untukmu nanti.""Terima kasih, Ayah. Aku sangat menyayangimu." Alina memeluk tubuh ayahnya penuh kehangatan.BlamTiba-tiba, seluruh lampu di dalam kamar rawat inap padam seketika. Ruangan itu langsung jatuh ke dalam kegelapan total. Bukan hanya lampu kamar, tetapi juga suara dengung mesin indikator jantung Arthur mendadak mati."Ayah?! Apa yang terjadi? Kenapa semuanya mendadak sunyi?" tanya Alina panik. Tangannya meraba-raba ke atas ranjang, mencari tubuh Arthur."Jangan panik. Aku ada di sini bersamamu," ucap Arthur mencoba menenangkan hati Alina."Hugo! Kenapa listriknya padam? Lakukan sesuatu!" seru Arthur, suaranya yang belum pulih benar terdengar bergetar di

  • Dekapan Hangat Sang Bodyguard    Bab 88

    "Aku janji, Alina. Aku akan selalu berada di sisimu apa pun yang terjadi. Nyawaku adalah jaminan untuk cintaku padamu," ucap Marvin mantap, sepasang matanya menatap lekat ke dalam manik mata Alina yang berkaca-kaca."I love you, Marvin." Alina mengungkapkan isi hatinya."I love you too, Alina." balas Marvin mencium kening Alina dengan mesra.Alina tidak bisa lagi menahan bendungan air matanya. Ia langsung menghambur ke pelukan Marvin, membenamkan wajahnya di dada bidang pria itu. "Aku merindukanmu, Marvin... Sangat merindukanmu yang dulu.""Aku tahu, Sayang. Maafkan aku karena membuatmu menderita selama aku kehilangan ingatan, akan sangat menyesal sudah berlaku kasar kepadamu," bisik Marvin seraya mengusap lembut rambut panjang Alina, menghirup aroma tubuh istrinya yang begitu ia rindukan.Arthur yang menyaksikan pemandangan itu dari ranjang rumah sakit berdeham pelan, memecah suasana haru di antara sepasang suami istri tersebut. "Ehem... Marvin, Alina. Ayah masih di sini, tak bisak

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status