"Alina. Berhentilah mendramatisir keadaan. Marvin harus pergi menunaikan tugasnya," sahut Arthur. "Aku tidak mendramatisir keadaan, Ayah. Aku hanya takut firasat buruk ku akan terjadi kepada Marvin," sahut Alina sedikit kesal dengan ayahnya. "Hentikan omong kosong mu, Alina. Lebih cepat suamimu bertindak lebih baik." "Ayah, bukankah Marvin sudah bilang? Hari ini dia harus menemaniku di rumah untuk merawatku, dia tidak mungkin pergi hari ini," potong Alina cepat, matanya menatap Arthur dengan penuh permohonan. "Jangan beri dia tugas luar dulu, Ayah. Aku masih membutuhkannya." Arthur menatap putrinya dengan helaan napas panjang. "Alina, ini urusan penting terkait keamanan Sterling Group pasca kekacauan kemarin. Ayah hanya ingin masalah ini cepat terselesaikan. Aku tidak mau membahayakan nyawamu, Aliana." "Tapi tetap saja, Ayah! Setiap kali Ayah meminta Marvin untuk melakukan penyerangan, ujung-ujungnya pasti akan membahayakan nyawanya," kilat keberatan terpancar jelas dari mata Alin
Read more