"Lift utama sedang diperbaiki, Nona. Kita lewat jalur belakang saja, biar lebih cepat," kata Bram sambil menatap Alina, senyumannya tipis mengambang di sudut bibirnya, seolah sulit diartikan."Aneh sekali, kenapa liftnya tiba-tiba rusak? Biasanya tak pernah seperti ini," gumam Alina merasa sedikit keanehan.Alina merasakan ada sesuatu yang mengganjal, sebuah rasa cemas yang tiba-tiba muncul tanpa sebab jelas. Langkah demi langkah mereka menyusuri lorong yang sunyi dan pengap. Aroma udara di sekitarnya berbeda, bukan bau antiseptik khas rumah sakit, melainkan bau debu dan lembab yang menusuk hidung.Semakin lama, rasa tidak nyaman ini kian menguat dalam dada Alina."Berhenti! Aku tidak mau lewat sini. Aku ingin kembali ke lobi!" suara Alina terputus, seolah kakinya menolak melangkah lebih jauh.Alina berdiri terpaku, jantungnya berdentang kencang, tak tahu harus bagaimana menghadapi firasat buruk yang terus menusuk pikirannya."Ada apa, Nona Alina?" tanya Bram dengan tenang."Ini bukan
Last Updated : 2026-05-05 Read more