"Nona, tadi sepertinya Marvin memanggilmu," suara Hugo terdengar santai meski matanya tak lepas dari spion belakang. Alina seolah tak peduli dengan ucapan Hugo, ia berusaha menenangkan napas yang tercekat di dadanya. "Biarkan saja," jawabnya datar. "Aku sudah lelah untuk berbicara dengannya." Namun, suara Hugo muncul lagi, kali ini dengan nada sedikit tegas, "Dia mengejar mobil kita." Jantung Alina berdegup lebih kencang. Namun, entah mengapa kali ini seolah tak peduli lagi dengan apa yang dilakukan oleh Marvin."Tambah kecepatan! Aku harus segera sampai rumah sakit," balas Alina, perasaannya sudah mulai campur aduk.Tak peduli teriakan Marvin yang semakin dekat di belakang, Hugo menginjak pedal gas lebih dalam. Alina hanya bisa memejamkan mata sejenak, berharap semua ini cepat berlalu. 'Sebenarnya apa yang kau inginkan, Marvin? Apa kau ingin secepatnya berpisah denganku?' gumam Alina, perih.***Tiga puluh menit kemudian, mereka tiba di rumah sakit. Hugo segera membawa Alina ke
Read more