Esok pagi, luka Marvin mulai berangsur membaik. Dia sedang berdiri, menatap ke luar jendela tanpa menoleh sedikit pun ke arah Eliana, ketika dia sudah mulai tersadar."Kau sudah sadar? Bagaimana lukamu?" suara Marvin tenang, namun tatapannya seolah menahan sesuatu. Eliana berusaha duduk, meski nyeri masih menusuk kakinya. "Terima kasih, Marvin. Kau sudah menolongku," kata Eliana lirih, berharap ia mengerti betapa dia menghargainya.Marvin membalas dengan senyum tipis, lalu dengan hati-hati mengganti perban di lukanya. Tatapan seriusnya membua Eliana terdiam, hingga tanpa sadar pandangannya tertuju pada wajahnya. Hatinya bergetar aneh, seolah menemukan sesuatu yang tak pernah dia rasakan sebelumnya. 'Kenapa aku baru sadar kalau dia setampan ini?' pujinya dalam hati, bertanya-tanya tentang perasaan yang tiba-tiba membuncah tanpa dia harapkan."Kau akan sembuh dalam beberapa hari lagi. Aku harap kau bisa membantuku nanti," ucap Marvin setelah selesai mengganti perban pada lukanya."Ten
Last Updated : 2026-04-11 Read more