Tensi di dalam ruang kerja Arthur Sterling nyaris mencapai titik didih. Marvin menggenggam ponselnya dengan kuku jari yang memutih, sementara suara serak Richard Harrington terdengar menggema dari speakerphone, merobek keheningan malam yang mencekam."Lepaskan dia, Richard! Jika kau menginginkan aku... Aku siap menjadi penggantinya," kata Marvin, dengan mengeraskan gerahamnya."Aku tidak akan menembaknya, tapi kau harus mengikuti syaratku," ucap Richard, senyumnya melebar penuh kemenangan."Apa syaratmu?""Bawa Alina ke dermaga tua sektor utara dalam satu jam, Marvin. Satu nyawa gadis buta itu untuk dua nyawa sahabatmu. Adil, bukan?" Richard tertawa dingin.Arthur yang mendengar itu, seketika berteriak penuh amarah."Brengsek kau, Richard! Jangan pernah bermimpi aku akan menyerahkan putriku padamu!" bentak Arthur dengan rahang mengeras."Oh, Tuan Sterling? Rupanya kau ada di sana. Kebetulan, kau bisa menyerahkan putrimu kepadaku, atau kau bisa menggantikannya dengan dirimu. Jika dalam
Last Updated : 2026-04-18 Read more