Suara itu membelah kesunyian taman, menghentikan napas Richard yang hampir saja mengucapkan sumpah setianya. Richard menoleh dengan rahang mengeras, sementara Alina tersentak, dadanya naik-turun mendengar suara yang sangat ia kenali. Suasana seketika menjadi panas."Marvin? Apakah itu benar-benar kau?" bisik Alina, suaranya nyaris hilang ditelan angin hutan. Namun, senyuman tersungging di kedua sudut bibirnya. Meski matanya tak bisa melihat, ia bisa merasakan kehadirannya.Marvin berdiri di ambang gerbang taman, tubuhnya dipenuhi luka gores dan noda lumpur, namun matanya menyala seperti serigala yang siap menerkam. Di belakangnya, Arthur Sterling muncul dengan pasukan lengkap yang menodongkan moncong senjata ke arah pengawal Richard. Keduanya terlihat seperti serigala yang siap memburu."Langkah yang berani, Marvin. Tapi kau terlambat satu kalimat," Richard tertawa sinis, tangannya justru semakin erat mencengkeram pinggang Alina, mengintimidasinya lewat cengkraman kuatnya. "Pendeta,
Last Updated : 2026-04-21 Read more