مشاركة

Bab 44

مؤلف: Rose_roshella
last update تاريخ النشر: 2026-04-21 14:16:40

Arthur Sterling segera mendekat, ia hendak mengambil Alina dari pelukan Marvin, namun langkahnya terhenti saat melihat cara Marvin memegang putrinya yang penuh proteksi dan perasaan cinta yang tak terbantahkan.

Menyadari Alina hendak dibawa pergi, Richard memerintahkan anak buahnya untuk menyerang musuh tanpa ampun.

Sementara Richard berdiri, luka di tubuhnya masih perih dan memaksa setiap napasnya berat, ia menyaksikan kekacauan yang baru saja dimulai.

Hary Harington, ayah Richard, baru saja
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • Dekapan Hangat Sang Bodyguard    Bab 67

    Marvin berdiri mematung di ambang pintu, napasnya memburu dengan peluh dingin yang membasahi kening. Di gendongannya, Alina tampak pucat pasi dengan noda darah yang mulai mengering di pelipisnya."Siapa wanita ini?" tanya wanita cantik yang senyumannya langsung memudar setelah melihat sosok wanita yang dibawa Marvin."Dia sedang terluka, aku harus segera mengobatinya," katanya, dingin.Wanita cantik itu, Sarah, ia tertegun saat Marvin tiba-tiba membawa wanita pulang ke rumah. Matanya beralih dari wajah suaminya, lalu ke arah wanita buta yang didekap erat oleh Marvin. Ada kilatan rasa sakit dan cemburu yang menyambar di dadanya saat melihat cara Marvin memeluk Alina, seolah wanita itu adalah permata paling berharga di dunia."Marvin, siapa dia? Dan kenapa kau membawanya ke rumah kita dalam keadaan seperti ini?" suara Sarah bergetar, mencoba menahan sesak.Marvin tidak langsung menjawab. Ia melangkah masuk, melewati Sarah begitu saja, dan membaringkan Alina di sofa usang ruang tamu. "S

  • Dekapan Hangat Sang Bodyguard    Bab 66

    jantungnya semakin berdegup kencang.“Maaf, Nona. Aku tak bisa menahan perasaanku. Apa kau marah padaku?” Marvin menatapnya, berusaha meraba isi hatinya sendiri.Alina merasakan sesuatu, meski ia sulit mengungkapkannya. Namun, Kata-katanya berhenti di bibir. “Tidak, aku tidak marah padamu, hanya saja…” Alina menggigit bibir bawah, mencoba memahami gemuruh di dadanya yang bercampur dengan ketakutan. “Apa kau tidak memiliki perasaan yang sama sedikit pun denganku?” suara Marvin yang lembut kembali menyentuh, membuat Alina terpaku dalam kebingungan. "Aku… aku takut dengan ayahku, Marvin.” Alina tak bisa menyembunyikan perasaan cemas yang mencengkeram hatinya. “Aku takut kalau dia akan melukaimu, jika dia tahu perasaan yang kita rasakan saat ini." Suara Marvin tiba-tiba mengisi ruang yang hening. “Jadi kau merasa hal yang sama denganku? Kau memiliki perasaan kepadaku?"Raut wajah Alina mulai berubah, ia mulai gelisah, dadanya berdebar tak menentu. Bibirnya membuka mulut, ingin menjaw

  • Dekapan Hangat Sang Bodyguard    Bab 65

    Marvin mengepalkan tangannya di samping tubuh, menatap lurus ke dalam manik mata Arthur yang sedingin es."Saya tidak pernah takut mati untuk Nona Alina, Tuan. Tapi saya takut gagal melindunginya. Richard bukan hanya ingin membunuh, dia ingin menyiksa Nona melalui rasa takut dan saya tidak mau Nona Alina trauma."Arthur mengembuskan asap cerutunya ke udara, menciptakan tirai abu-abu di antara mereka."Lalu kau ingin aku menyembunyikan putriku seperti pengecut? Di mana harga diri keluarga Sterling jika kita terus berlari? Atau ini hanya alasanmu untuk lari dari mereka?" Arthur menatap tajam ke arah Marvin."Ini bukan tentang harga diri, Tuan, ini tentang strategi. Tuan tahu kerjaku selama jadi pengawal Nona Alina. Namun, demi menjaga mental Nona Alina, sementara dia bersembunyi dulu," sahut Marvin cepat, mencoba menjelaskan kepada Arthur."Nona Alina baru saja mulai pulih secara psikis. Jika Richard menyerang sekarang, mentalnya akan hancur sebelum matanya benar-benar sembuh. Pertimban

  • Dekapan Hangat Sang Bodyguard    Bab 64

    Marvin tertegun, matanya menatap lekat map hitam di atas meja. Keheningan di ruangan itu terasa begitu mencekam, hanya menyisakan suara detak jantungnya yang berdegup kencang melawan rasa perih di bahunya."Ayah! Apa maksudnya ini? Kenapa Ayah memberikan pilihan seperti itu?" suara Alina pecah, tangannya meraba udara mencari tangan Marvin, seolah takut pria itu akan menghilang detik itu juga."Marvin. Kau tak akan pergi kemana-mana. Dan kau tak perlu melindungiku dengan mengorbankan nyawamu." Alina memegang erat tangan Marvin, seolah tak mau melepaskannya."Ayah... Bisakah kau tidak membuat pilihan yang sulit untuknya? Dia sudah banyak berkorban untukku." Entah mengapa Alina terlihat takut, jika Marvin akhirnya mengambil pilihan yang pertama.Arthur tidak menjawab putrinya. Matanya yang tajam tetap terkunci pada Marvin. "Aku tidak butuh jawaban dari seorang wanita yang sedang jatuh cinta, Alina. Aku butuh jawaban dari seorang pria yang siap mati. Bagaimana, Marvin? Kebebasan di luar n

  • Dekapan Hangat Sang Bodyguard    Bab 63

    Bram mulai menghitung, terlihat ia tersenyum saat melihat kepanikan Marvin di sana."Satu!""Jangan lakukan itu, Bram! Kau sudah gila!" teriak Marvin, suaranya parau tertelan deru angin di area parkir yang sunyi. Dekapannya pada Alina semakin mengerat, seolah tubuhnya adalah satu-satunya benteng yang tersisa.Bram tertawa, sebuah tawa kering yang terdengar seperti suara kematian. "Dua!""Marvin... Apa dia kan berbuat nekat? Aku tidak ingin melihat dia hilang kendali," bisik Alina dengan bibir bergetar, jemarinya mencengkeram kemeja Marvin yang kini basah oleh darah."Sst, diamlah Nona. Jangan dengarkan dia," sahut Marvin lembut, meski matanya menatap tajam ke arah jempol Bram yang berada di atas tombol detonator."Kau hanya memiliki satu hitungan lagi, Marvin!" Bram kembali berteriak, wajahnya dipenuhi kegilaan yang tak terbendung. "Serahkan dia sekarang, atau detenator ini akan mengirim kita semua ke neraka bersama-sama!""Kau takkan berani, Bram! Kau juga akan mati di sini!" gertak

  • Dekapan Hangat Sang Bodyguard    Bab 62

    "Kau mengancamku? Kau pikir siapa dirimu? Sudah saatnya aku menghancurkan keluarga Sterling lewat putrimu. Karena kau sudah menghancurkan masa depan putraku." Silas tertawa saat melihat Arthur tampak marah, namun tak bisa berbuat apa-apa."Silas!" Arthur menggeram, rahangnya mengeras hingga urat-urat di lehernya menonjol. "Kau sudah gila? Melibatkan putriku dalam dendam konyolmu? Lepaskan dia dan lakukan apa maumu kepadaku. Aku siap menerima semua hukumanmu."Silas tertawa sumbang, sebuah suara yang terdengar seperti gesekan logam yang berkarat. Ia melangkah maju, membiarkan pasukannya mengepung Marvin dan Arthur di sebuah ruang sepi."Konyol, kau bilang?" Silas berhenti tepat di depan Arthur, mata tuanya berkilat penuh kebencian dan amarah saat mengingat keadaan putranya saat ini. "Putrimu, melalui tangan bodyguard kesayanganmu ini, dia hampir membuat anakku berada dalam sebuah neraka yang tak pernah dia pikirkan sebelumnya." Silas mengatur napasnya, sebelum dia mengatakan sesuatu l

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status