Share

Bab 89

Penulis: Rose_roshella
last update Tanggal publikasi: 2026-06-04 22:45:28

"Terima kasih, Ayah. Aku hanya ingin bisa melihat wajahmu dan wajah Marvin seperti sedia kala lagi," lirih Alina, bibirnya mencoba tersenyum meski hatinya masih diliputi kegelisahan yang hebat.

Arthur mengusap kepala putrinya dengan sayang. "Kau pasti bisa melihat lagi, Sayang. Ayah janji. Dokter terbaik sudah ayah siapkan untukmu nanti."

"Terima kasih, Ayah. Aku sangat menyayangimu." Alina memeluk tubuh ayahnya penuh kehangatan.

Blam

Tiba-tiba, seluruh lampu di dalam kamar rawat inap padam sek
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Dekapan Hangat Sang Bodyguard    Bab 91

    "Aaargh... Sialan!" erang Pram dengan mengumpat.Marvin dengan gerakan kilat langsung menerjang maju, menarik Alina ke dalam pelukannya, sementara Leo dengan sigap mengunci tubuh Pram ke lantai dan memborgol kedua tangannya. Dan kali ini dia tidak membiarkan dia lolos begitu saja."Lepaskan aku! Sialan kalian semua!" raung Pram, memaki-maki saat Leo menyeretnya keluar dari kamar yang kini mulai dialiri listrik darurat, membuat lampu kembali menyala terang."Bawa bajingan ini keluar sekarang! Jangan biarkan dia lolos lagi. Kalau dia sampai lolos lagi, pastikan peluru itu menembus jantungnya!" seru Marvin dengan menatap wajah Pram penuh amarahMarvin segera mendekati Alina dan mendekap tubuhnya dengan sangat erat, mencium puncak kepala istrinya berulang kali, agar memberikan rasa aman untuknya. "Marvin... Akhirnya kau datang," ucap Alina dengan wajah terlihat ketakutan."Kau aman, Sayang. Aku di sini. Maafkan aku karena terlambat datang. Jangan takut lagi. Aku sudah menyingkirkan pria

  • Dekapan Hangat Sang Bodyguard    Bab 90

    "Ayo cepat, Marvin! Pintunya terkunci dari luar!" teriak Leo panik, mencoba mendobrak pintu besi gudang yang kokoh."Menyingkir, Leo! Biar aku atasi ini!" raung Marvin."Kali ini aku tak akan melepaskan kalian!"BANG! BANG!Marvin menembak engsel pintu dengan pistolnya, lalu menendangnya dengan sekuat tenaga. Pintu itu terbuka tepat saat jarum bom waktu menyisakan lima detik. Marvin dan Leo melompat keluar, berguling di atas tanah basah.BOOMMM!Ledakan dahsyat menghancurkan gudang di belakang mereka, mengempaskan tubuh kedua pria itu ke udara. Marvin terbatuk di tengah kepulan asap, mengabaikan rasa sakit di sekujur tubuhnya yang baru saja pulih. Pikiran dan hatinya hanya tertuju pada satu nama, Alina. Sementara Leo berusaha menahan rasa sakitnya."Marvin! Kau tidak apa-apa?!" tanya Leo sambil meringis kesakitan, memegangi bahunya."Aku tidak punya waktu untuk sakit, Leo! Kita harus segera bergerak!" Marvin bangkit berdiri dengan napas memburu, matanya memancarkan kilat kemarahan yan

  • Dekapan Hangat Sang Bodyguard    Bab 89

    "Terima kasih, Ayah. Aku hanya ingin bisa melihat wajahmu dan wajah Marvin seperti sedia kala lagi," lirih Alina, bibirnya mencoba tersenyum meski hatinya masih diliputi kegelisahan yang hebat.Arthur mengusap kepala putrinya dengan sayang. "Kau pasti bisa melihat lagi, Sayang. Ayah janji. Dokter terbaik sudah ayah siapkan untukmu nanti.""Terima kasih, Ayah. Aku sangat menyayangimu." Alina memeluk tubuh ayahnya penuh kehangatan.BlamTiba-tiba, seluruh lampu di dalam kamar rawat inap padam seketika. Ruangan itu langsung jatuh ke dalam kegelapan total. Bukan hanya lampu kamar, tetapi juga suara dengung mesin indikator jantung Arthur mendadak mati."Ayah?! Apa yang terjadi? Kenapa semuanya mendadak sunyi?" tanya Alina panik. Tangannya meraba-raba ke atas ranjang, mencari tubuh Arthur."Jangan panik. Aku ada di sini bersamamu," ucap Arthur mencoba menenangkan hati Alina."Hugo! Kenapa listriknya padam? Lakukan sesuatu!" seru Arthur, suaranya yang belum pulih benar terdengar bergetar di

  • Dekapan Hangat Sang Bodyguard    Bab 88

    "Aku janji, Alina. Aku akan selalu berada di sisimu apa pun yang terjadi. Nyawaku adalah jaminan untuk cintaku padamu," ucap Marvin mantap, sepasang matanya menatap lekat ke dalam manik mata Alina yang berkaca-kaca."I love you, Marvin." Alina mengungkapkan isi hatinya."I love you too, Alina." balas Marvin mencium kening Alina dengan mesra.Alina tidak bisa lagi menahan bendungan air matanya. Ia langsung menghambur ke pelukan Marvin, membenamkan wajahnya di dada bidang pria itu. "Aku merindukanmu, Marvin... Sangat merindukanmu yang dulu.""Aku tahu, Sayang. Maafkan aku karena membuatmu menderita selama aku kehilangan ingatan, akan sangat menyesal sudah berlaku kasar kepadamu," bisik Marvin seraya mengusap lembut rambut panjang Alina, menghirup aroma tubuh istrinya yang begitu ia rindukan.Arthur yang menyaksikan pemandangan itu dari ranjang rumah sakit berdeham pelan, memecah suasana haru di antara sepasang suami istri tersebut. "Ehem... Marvin, Alina. Ayah masih di sini, tak bisak

  • Dekapan Hangat Sang Bodyguard    Bab 87

    BRAKK!Pintu ganda ruang rapat tiba-tiba didobrak dengan sangat keras dari luar. Dua orang pria berbadan tegap dengan seragam polisi masuk, memimpin beberapa personel lainnya."Tuan Pramoedya, Anda ditahan atas dugaan sabotase, percobaan pembunuhan berencana terhadap Tuan Arthur Sterling dan Marvin Vance, serta penggelapan dana perusahaan," ujar komandan polisi itu dengan tegas."Apa yang kau katakan? Ini fitnah!" seru Pram dengan penuh emosi."Anda bisa menjelaskan nanti di kantor polisi!" ucap kepala polisi itu, lalu memerintahkan anak buahnya untuk segera memborgol tangannya."Tidak! Ini tidak mungkin! Lepaskan aku!" teriak Tuan Pram histeris saat kedua tangannya langsung diborgol besi oleh petugas. "Bawa dia pergi dari sini, Pak. Biarkan dia bertanggung jawab atas apa yang sudah dilakukan olehnya," perintah Alina.Pram menatap Alina dengan tatapan penuh kebencian. "Kau... Alina! Kau tidak akan pernah menang! Aku akan membalas semua ini padamu!""Kau mengancamku?" Alina menaikkan

  • Dekapan Hangat Sang Bodyguard    Bab 86

    "Iya, aku sudah mengingat semuanya, Alina. Namamu, wajahmu, dan semua kejadian yang pernah kulalui saat bersamamu." Suara Marvin serak ketika berusaha meyakinkan Alina, tapi di dalam hatinya ada tumpukan penyesalan yang sulit dia ungkapkan. "Benarkah? Kau benar-benar sudah mengingat semua itu?" Alina menatap ke arahnya meski dia belum bisa melihat.Marvin meraih tangan Eliana, berusaha menenangkan diri agar tak lagi goyah. "Alina, percayalah... aku tak pernah berniat melupakanmu atau menyakiti hatimu. Aku menyesal sudah berkata kasar dan menyakiti perasaanmu waktu itu.""Alina, aku mohon, percayalah padaku," suara Marvin terdengar penuh permohonan yang tulus. Hati Alina berdebar seketika mendengar kalimat itu. Apakah memang sudah saatnya aku membuka kembali pintu kepercayaan yang dulu pernah retak? Namun, ada sesuatu yang membuat Alina merasa lega ketika Marvin akhirnya sudah mengingat semua. Ia tahu bahwa ia sempat kehilangan ingatannya karena sebuah obat yang diberikan seseorang

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status