"Anya! Akhirnya kamu angkat juga," suara Gusti terdengar bergaung dari seberang telepon, memecah kesunyian yang mencekam di antara Anya dan Bagas. "Kamu di mana sekarang? Kenapa suaramu terdengar aneh begitu, Sayang?""Aku sedang di ruang kerja, Mas. Ada apa?" tanya Anya, berusaha menstabilkan getaran di suaranya agar Gusti tidak menaruh curiga sedikit pun.Bagas menarik sudut bibirnya, mengulas senyuman tipis penuh kemenangan yang membuat bulu kuduk Anya meremang. Ibu jari pria itu bergerak perlahan, menyentuh dagu Anya dan mengangkatnya sedikit, memaksa mata jernih wanita itu untuk terus menatap sepasang mata elangnya yang kelam."Oh, syukurlah kalau kamu sudah di kantor," sahut Gusti di seberang sana, mengembuskan napas lega tanpa tahu situasi berbahaya yang sedang mengancam istrinya. "Mama sudah pulang ke rumah utama, kan? Beliau tidak menanyakan hal yang aneh-aneh kepadamu tentang Maura, bukan?""Mama hanya bertanya hal biasa, Mas. Tidak ada yang perlu kamu khawatirkan," jawab An
اقرأ المزيد