Mendengar ucapannya, Jenson tanpa sadar menghela napas lega.Dia merangkul bahu Naretta dan menjelaskan dengan suara rendah, "Keisha berhati baik. Sejak kecil dia mengadopsi Hana, tapi setelah hamil dia jadi kewalahan, jadi wajar kalau perhatiannya sedikit berkurang."Saat itu, Hana seperti sedang bermimpi buruk dan terus bergumam pelan memanggil, "Mama."Telapak tangan Jenson yang hangat, menepuk pelan punggungnya dan tatapannya penuh kelembutan.Cahaya bulan menyinari mereka bertiga. Ini adalah pemandangan yang muncul dalam mimpi Naretta berulang kalinya."Kalau anak kita masih hidup, usianya juga seharusnya sudah sebesar ini, ya," ucapnya pelan.Tangan Jenson membeku di udara. Kilasan rasa bersalah melintas di matanya."Akan ada yang merawatnya dengan baik." Dia kemudian menggenggam tangan Naretta dan menenangkannya dengan lembut, "Tanggung jawabku adalah menjagamu."Naretta menatap mata hitam Jenson. Begitu dalam, begitu penuh kasih, begitu meyakinkan. Namun, kehampaan di dalam hat
Read more