Home / Rumah Tangga / Cara Menangani Perselingkuhan / BAB 341 : Gejolak Kecemburuan dan Runtuhnya Kedok

Share

BAB 341 : Gejolak Kecemburuan dan Runtuhnya Kedok

Author: Zakia
last update Petsa ng paglalathala: 2026-09-05 23:57:38

​Siang hari di kediaman Saifanny, suasana sunyi menyelimuti ruang tengah yang luas. Saifanny terduduk seorang diri di atas sofa empuk dengan ponsel yang tergenggam rapat di tangannya. Matanya memindai dengan saksama lembar demi lembar laporan mingguan yang dikirimkan oleh mandor proyek panti jompo yang sedang ia bangun.

​Sejauh ini, seluruh proses pembangunan berjalan cukup lancar. Saifanny sengaja belum membatalkan kontrak kerja sama dengan Manggala Tech secara sepihak, sebab seluruh urusan pe
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 343 : Motif Kebencian dan Alihan Sang Target

    ​Suasana di dalam ruang rawat inap Bima masih dibalut ketegangan yang pekat. Penyelidikan mendalam yang pernah dilakukan Bima sejak masa perkuliahan Marcus kini kembali berlanjut, membedah helai demi helai benang kusut yang menghubungkan masa lalu mereka.​Saifanny menghembuskan napas lelah. Ia kembali membuka suara, menyuarakan keheranan yang terus merayapi benaknya.​"Tapi kenapa Marcus begitu membenci Adrian? Mereka kan berkuliah di tempat yang berbeda?" Tanya Saifanny dengan kerutan heran di dahinya.​Bima menggerakkan bahunya singkat, menata posisi duduknya di atas ranjang. "Aku juga awalnya tidak mengerti. Tapi... Sepertinya Marcus selalu berusaha menyingkirkan orang-orang yang menurutnya menyebalkan atau menghalangi jalannya," kata Bima mantap.​"Entah hal spesifik apa yang membuat Marcus begitu membenci Adrian, yang pasti dia tidak akan pernah segan untuk menyingkirkannya," lanjut Bima dengan intonasi rendah yang sarat akan peringatan.​Saifanny terpaku sejenak. Pikirannya lan

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 342 : Bayang Kelam Sang Pengatur Skenario

    Malam mulai merambat turun memeluk kediaman Saifanny, namun belum ada tanda-tanda kehadiran Adrian yang seharusnya mengantar Syahdan pulang ke rumah.Saifanny menghembuskan napas lelah yang sarat akan kecemasan. Rentetan pesan singkat yang ia layangkan ke ponsel Syahdan sejak petang sama sekali belum membuahkan balasan dari putranya itu.​Didesak rasa khawatir yang makin membuncah, Saifanny kembali meraih ponselnya. Kali ini, jarinya menekan nomor kontak Adrian.​Tringgg! Tringgg! Tringgg!​Klik!​Sambungan telepon akhirnya terhubung, menghantarkan deru halus suara mesin dan hiruk-pikuk samar lalu lintas di seberang sana.​"Halo..." Jawab suara Adrian yang terdengar tenang di balik kemudi.​"Kalian di mana? Kamu akan mengantar Syahdan pulang ke sini, kan?" Tanya Saifanny tanpa basa-basi.​Adrian berdeham singkat, menguasai irama bicaranya."Iya, pasti aku akan mengantar Syahdan pulang ke sana. Kami baru saja dari rumah sakit, sekarang mau mampir ke mall sebentar," terang Adrian diplom

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 341 : Gejolak Kecemburuan dan Runtuhnya Kedok

    ​Siang hari di kediaman Saifanny, suasana sunyi menyelimuti ruang tengah yang luas. Saifanny terduduk seorang diri di atas sofa empuk dengan ponsel yang tergenggam rapat di tangannya. Matanya memindai dengan saksama lembar demi lembar laporan mingguan yang dikirimkan oleh mandor proyek panti jompo yang sedang ia bangun.​Sejauh ini, seluruh proses pembangunan berjalan cukup lancar. Saifanny sengaja belum membatalkan kontrak kerja sama dengan Manggala Tech secara sepihak, sebab seluruh urusan pemutusan hubungan kerja itu akan ia serahkan sepenuhnya kepada tim pengacaranya. Ia sudah bertekad bulat untuk tidak lagi menemui Marcus secara langsung, kendati pria itu hampir tak pernah absen mengirimkan pesan-pesan singkat yang menurutnya kian hari terasa kian mengganggu dan invasif.​Setelah usai memeriksa seluruh laporan mingguan tersebut, bayangan ucapan ibunya mengenai tabiat asli Mabelle mendadak kembali berputar di dalam kepalanya. Saifanny ingin memastikan kebenaran lontaran kalimat sa

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 340 : Dokumen Berdarah

    Adrian dan Syahdan berjalan beriringan melintasi koridor sekolah dengan gestur yang hangat. Lengan Adrian terlingkar protektif merangkul bahu kecil Syahdan, membimbing langkah putra ciliknya keluar dari ruang guru dengan helaan napas lega yang membuncah di ddadaKetegangan yang sebelumnya sempat membakar amarah Adrian kini menguap, berganti kepuasan atas tegaknya keadilan bagi Syahdan.​Ting!​Tepat saat Adrian hendak membukakan pintu kabin mobil miliknya, sebuah dering notifikasi pendek terdengar dari saku jasnya.​Adrian merogoh ponselnya sembari mendudukkan diri dengan santai di balik kemudi. Ia mengusap layar ponsel tersebut untuk membaca pesan yang rupanya dikirimkan oleh Tyas.​"Pak Adrian, saya sekarang sedang ada di luar kantor dengan putra saya. Apa kita bisa bertemu sekarang? Maaf mendadak," tulis Tyas singkat dalam pesan teksnya.​Adrian sejenak menoleh ke arah Syahdan yang sedang membetulkan posisi sabuk pengamannya. Di dalam benaknya, Adrian berpikir bahwa mengajak Syahda

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 339 : Percikan Kecemburuan dan Wibawa Sang Pelindung

    Setelah mendengar teriakan pertama yang meluncur dramatis dari bibir Andien kepada Bima di dalam ruang rawat, Yudi dan Ghina yang diliputi rasa kaget mendalam memutuskan untuk segera melarikan diri menuju kafetaria rumah sakit.Mereka duduk saling berhadapan di sebuah meja berujung kayu yang menghadap langsung ke arah jendela kaca besar.Yudi menggeleng-gelengkan kepalanya dengan raut tak percaya."Wah... Aku tidak percaya Bu Andien bisa berteriak sekeras itu pada Pak Bima," ucap Yudi penuh keterkejutan yang nyata.Yudi kemudian mendongak, mendapati Ghina hanya terdiam dengan pandangan mata kosong yang melamun."Ghina..." Panggil Yudi seraya melambaikan telapak tangannya tepat di hadapan wajah wanita itu.Melihat lambaian tangan yang melintas tepat di depan pandangannya, Ghina seketika tersadar dari lamunan panjangnya. Ia menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi kafetaria dengan gestur berpura-pura santai."Pak Bima dan Bu Andien itu pernah pacaran, tapi tidak lama. Soalnya Bu And

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 338 : Penegasan Berujung Tangisan

    Menyadari dengan pasti bahwasanya Bima secara sengaja menarik perlahan tangannya dari genggamannya, rasa tidak nyaman mendadak merayap di dada Andien.Senyap yang canggung itu terasa kian menyiksa. Andien memalingkan wajahnya, melirik dingin ke arah Yudi dan Ghina yang masih menyimak situasi.​"Tolong tunggu dulu di luar, saya mau bicara berdua dengan Bima," ucap Andien dengan nada suara rendah dan raut ekspresi yang teramat datar.​Yudi dan Ghina saling bertukar pandang sejenak sebelum akhirnya mengangguk patuh."Baik, Bu," sahut mereka berbarengan, lalu melangkah keluar membiarkan daun pintu kayu tertutup rapat di belakang mereka.​Setelah derap langkah kedua pengawal itu menghilang di balik pintu, keheningan tebal kembali menguasai ruang rawat inap tersebut.Andien berputar, menatap lurus ke dalam manik mata Bima dengan gejolak emosi yang tertahan di balik pelupuk matanya.​"Apa kau marah padaku?" tanya Andien dingin, memecah kesunyian yang menegang.​Bima diam membisu. Di dalam ke

  • Cara Menangani Perselingkuhan   Bab 5

    Saifanny sebenarnya tidak peduli jika Adrian tahu ia datang ke kantor secara diam-diam. Ia menyadari dirinya memang terlihat seperti pencuri saat itu, mengendap-ngendap dan mengintai suaminya sendiri. Namun bagi Saifanny, mencari kebenaran bukanlah sebuah kejahatan. Adrian mengirim pesan lagi. Pri

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 4

    Hari telah berlalu dan Saifanny terus memandangi ponselnya. Belum ada pesan masuk dari wanita itu. Ia sempat berpikir, apa mungkin Ranaya melapor kepada suaminya? Namun, jika wanita itu melapor, ia tidak mungkin memberikan nomor teleponnya sejak awal. Saifanny mencoba mengalihkan perhatiannya pada

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 3

    Kini Saifanny berdiri di depan kantor suaminya sambil menenteng kotak makan bertingkat berwarna biru. "Rasanya aneh kembali ke sini secara terang-terangan" Batinnya. Tujuannya kali ini adalah untuk mengajak wanita itu berkenalan, demi mewujudkan rencana berikutnya: mencari lebih banyak informasi te

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 2

    Saifanny menjalankan sepeda motornya menuju kantor Zain. Ia ingin melihat dengan mata kepalanya sendiri wujud dari wanita itu. Dengan perasaan campur aduk, ia memarkirkan motornya. Sudah lama ia tidak menginjakkan kaki di kantor ini, mungkin sejak ia mengumumkan akan mengundurkan diri untuk menikah

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status