Aku tertegun sesaat. Tidak mungkin aku salah membaca nama pada lembar investigasi rahasia itu! batinku tak percaya, membuat keningku berkerut dalam. "Git?" Panggilan Andreas menyadarkanku dari kepanikan yang mendadak menyerang. Saat ini, aku tengah berada di dalam rumah seorang perwira kepolisian yang fotonya tercantum di berkas kematian rahasia, namun nama aslinya bukanlah Baskoro Adi. "Khrisna Wijaya?" ulangku, memastikan bahwa Andreas tidak sedang bergurau. "Iya. Kenapa? Baru dengar nama lengkap Ayah, ya? Dulu kamu selalu takut sih sama Ayah karena beliau polisi, jadi tahunya cuma memanggil 'Om' aja," ledek Andreas sambil tertawa. Namun, gurauannya itu sama sekali tidak mampu membuatku tersenyum. Melihatku tetap bergeming, Andreas menghentikan tawanya. Tatapannya berubah khawatir. "Kamu kenapa, Git?" tanya Andreas lembut. Aku sedikit tersentak dari lamunan. "Ah, ng—enggak apa-apa, Ndre. Cuma malu saja karena sudah salah sebut nama," jawabku, diikuti tawa kering
最後更新 : 2026-05-31 閱讀更多