Pernyataan Malik menggantung di udara yang dingin, mencekik paru-paru Amira lebih kuat daripada sepasang tangan yang tak kasat mata. Fakta itu menghantamnya bertubi-tubi, menghancurkan sisa-sisa realitas yang ia yakini selama ini.Malik tidak hanya mengambil untung dari kejatuhan Zayn. Pria ini adalah sang arsitek. Dia yang mendesain kehancuran itu dari balik bayang-bayang, menyusun pion-pion kematian hanya untuk menyeret Amira ke atas ranjangnya."Kamu, kamu gila," bisik Amira dengan bibir bergetar. Ia mencoba beringsut mundur, menarik selimut tebal itu hingga sebatas dada, mencari jarak dari pria yang kini terasa jauh lebih berbahaya dari iblis mana pun.Namun, Malik tidak membiarkannya menjauh. Dengan gerakan tangkas bagai predator, pria itu mengurung tubuh Amira, menumpukan kedua lengannya di sisi kepala sang wanita."Gila?" Malik mengulang kata itu, lidahnya mengecap setiap silabel seolah itu adalah anggur termahal. Ia menunduk, menempelkan keningnya pada kening Amira yang dingin
Huling Na-update : 2026-03-14 Magbasa pa