Setelah satu jam menunggu, Pintu ruangan CEO itu akhirnya terbuka perlahan, menampakkan sosok Maudy yang tampak sedikit lelah setelah perdebatan panjang di ruang rapat. Namun, rasa lelah itu seolah tersapu angin ketika dia melihat Bayu benar-benar masih ada di sana, duduk dengan sabar di sofa miliknya.Melihat kedatangan Maudy, Bayu langsung bangkit berdiri. Wajahnya yang tadi tampak tegang saat menunggu, kini berubah cerah. Dia melangkah lebar menyambut Maudy, seolah-olah wanita di hadapannya adalah harta karun yang sudah hilang berbulan-bulan dan baru saja ditemukan kembali."Akhirnya rinduku terobati juga," ucap Bayu dengan suara rendah yang dalam. Tanpa menunggu aba-aba, dia menarik Maudy ke dalam pelukannya, mendekapnya erat seolah ingin memastikan bahwa wanita itu benar-benar nyata dan berada dalam jangkauannya."Bayu, jangan lebay. Kita hanya tidak bertemu beberapa jam saja, lho," sahut Maudy. Meski hatinya menghangat, tapi dia berusaha melepaskan diri dari dekapan posesif i
Read more