Aroma mentega cair dan ragi yang sedang mengembang selalu menjadi obat penenang bagi Celine Broische. Di dalam toko rotinya yang mungil namun estetik, lulusan terbaik Universitas Ashford ini merasa dunianya lengkap. Dengan senyum lembutnya yang khas, Celine menyerahkan sekantong croissant hangat kepada seorang pelanggan anak-anak."Terima kasih, Tante Celine!" seru bocah itu riang.Celine terkekeh, mengusap kepala bocah itu. "Sama-sama, Sayang. Hati-hati di jalan, ya."Menjadi pemilik toko roti adalah pilihan hidup yang awalnya ditentang banyak orang, mengingat gelarnya yang mentereng. Namun bagi Celine yang yatim piatu, toko ini adalah rumah. Dan sejak tiga bulan lalu, rumah itu memiliki penghuni baru: Eros Asterion, suaminya.Ponsel di atas meja kasir bergetar. Sebuah nama muncul di layar, membuat garis wajah Celine melunak seketika."Halo, Mas Eros?""Sudah makan siang, Sayang? Aku pesankan makanan ya?" suara Eros terdengar perhatian di seberang sana.Celine melirik jam dinding. "A
Terakhir Diperbarui : 2026-02-18 Baca selengkapnya