Di balik dinding batu karang yang menjulang, waktu seolah berhenti berputar. Suara deburan ombak yang menghantam karang menjadi musik pengiring bagi napas yang kian memburu. Ares memojokkan Celine, tangan besarnya mengelus punggung mulus itu hingga turun ke bawah, meremas lembut bokong Celine yang kenyal."Kamu cantik sekali, Elin..." bisik Ares, suaranya serak tertahan di ceruk leher Celine.Celine hanya bisa memejamkan mata, tangannya mencengkeram bahu kokoh Ares yang keras. "Mas..." "Boleh saya lepas?" tanya Ares pelan namun penuh tuntutan, matanya menatap kaitan tali bikini putih yang melilit tubuh istrinya sang adik.Celine ragu sejenak, namun rasa rindu yang membuncah mengalahkan akal sehatnya. "Iya..."Dengan satu tarikan lembut, Ares melepaskan kaitan bra dan bikini Celine. Keindahan tubuh yang selama ini ia mimpikan di malam-malam sepinya kini terpampang nyata. Putih, proporsional, dan sempurna."God... kamu masih sama, Elin. Tidak ada yang berubah," gumam Ares, matanya mena
Last Updated : 2026-05-09 Read more