“Bimo, Mama ke belakang dulu ya buat prepare,” ucap Mayang sebelum masuk ke dalam dapur. “Oke Ma,” sahut Bimo. Tatapan mata Bimo beralih ke arah pria misterius itu. Padahal Cafe mereka belum buka, tapi pria itu sudah masuk ke dalam. Mau tak mau Bimo langsung menghampirinya. “Permisi Pak, Cafe kami buka pada pukul 10 pagi. Mungkin sekitar satu jam lagi,” ucap Bimo dengan sopan tanpa berniat ingin mengusir pria itu. “Ah, benarkah?Maaf saya tidak melihatnya,” saat pria misterius itu akan bangkit dari tempat duduknya, Bimo langsung mencegahnya agar tidak pergi. “Pak, untuk hari ini saya akan memberikan kelonggaran. Apa yang ingin Anda pesan Pak?” tanya Bimo seraya memegang catatan yang ada di tangannya. “Saya pesan Cafe Latte satu dan dan roti bakar cokelat keju satu, ya,” jawab pria misterius itu dengan suara agak serak. “Baik, ditunggu sebentar ya, Pak,” sahut Bimo seraya mencatat pesanan tersebut di kertas kecilnya.Bimo segera berbalik arah dan melangkah kembali menuju meja b
Last Updated : 2026-05-16 Read more