“Kenapa tidak kau hajar saja gadis kasar itu?!” Putri Intan Selake mengepalkan tinjunya, sembari memandang wajah Talang Mayan dengan sinis, tapi sebaliknya Talang Mayan malah tertawa cekikikan.“Kalian berdua sama saja,” ucap Talang Mayan, membandingkan Intan Selake dengan Wayang Sari, jika saja di sini ada Rindu Ati, maka lengkap sudah tiga gadis keras kepala di kehidupan Talang Mayan.“Tapi ..,” Wayang Sari kemudian terdiam sejenak, menatap wajah Talang Mayan kemudian menatap wajah Intan Selake secara bergantian, “ngomong-ngomong, sejak kapan Tuan Putri mengenal- huf ..,” gadis itu menutup mulutnya, “jangan-jangan Tuan Putri sudah mengetahui identitas Pemburu Darah?”Wajah Intan Selake berubah merah saat mendengar pertanyaan dari gadis di depannya. Semakin merah, semakin menunjukan bahwa dia sebenarnya tertarik dengan Talang Mayan, si pemuda peminum tapi tidak pernah mabuk ini.Melihat wajah Intan Selake, Wayang Sari malah tersenyum simpul, tampaknya dia menyadari hal itu. Namun, Wa
続きを読む