Compartilhar

Bab. 34

Autor: WinaraBZ
last update Data de publicação: 2026-03-31 23:30:27

Bunda Zayna kembali membuka laptopnya. Jari-jarinya mulai menari pelan di atas keyboard, membuka catatan dan laporan hariannya. Ia menarik napas panjang… “Alhamdulillah… hari ini cukup baik,” bisiknya lirih. Satu per satu ia mulai merapikan hasil tradingnya.

Untuk swing trading, saham utama yang ia kelola hari ini berhasil dilepas dengan hasil yang memuaskan. Profit sekitar 20% dengan capital gain kurang lebih 8 juta rupiah berhasil ia amankan. Sementara pada saham kedua, ia sempat menambah jum
Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Investor Asing   Bab. 44

    Tatapannya mantap, tidak goyah sedikit pun. “Dan saya tidak ingin terburu-buru… hanya untuk terlihat siap.” Ia memberi jeda singkat, membiarkan makna itu sampai. “Masalah itu…” ucapnya pelan, “akan kita bahas lebih lanjut.”Soraya sedikit mencondongkan tubuhnya ke depan. “Ketika saya sudah benar-benar yakin…” "…bahwa apa yang kita tampilkan nanti bukan hanya selaras dengan market Anda—” “tapi juga mampu membangun kepercayaan mereka.”Tenang saja,” lanjutnya dengan nada menenangkan namun penuh keyakinan. “Saya tidak akan membawa sesuatu yang belum saya yakini sepenuhnya.” Ia bersandar sedikit, namun auranya tetap kuat. “Saya akan berada di sini beberapa hari ke depan.”Wanita itu mengangguk pelan, mulai memahami arah Soraya.“Sambil mendalami karakter brand ini…” lanjut Soraya. “…dan memastikan semuanya selaras.” Ia menatap lurus, kali ini dengan keyakinan yang lebih terasa. " ketika saya kembali ke Anda…" “Saya tidak hanya membawa konsep.” “Tapi juga… kepastian.” Hening......Namun

  • Investor Asing   Bab. 43

    Soraya menghela napas pelan, lalu duduk kembali dengan posisi lebih tegak. Matanya kembali menatap proposal di meja… tapi kali ini, ada rencana lain yang mulai tersusun di kepalanya.“Hemm…” Setelah cuti minggu ini… aku akan ke Pare-Pare. Ia tersenyum kecil, kali ini sedikit nakal.“Mami tidak mungkin melarang…”Soraya memiringkan kepalanya, mulai memainkan skenario di pikirannya sendiri. “Terpaksa… alasan Karim bisa jadi jalan keluar. Ia tertawa kecil. “Dia punya bisnis resort di sana…” “Dan Mami… pasti sulit menolak itu.”Bukan hanya tidak menolak, bahkan mungkin… akan sangat mendukung. Baginya, itu seperti mendekatkan dua kepentingan sekaligus. Bisnis… dan rencana masa depan yang selama ini ia inginkan.Soraya menutup matanya sejenak, lalu berbisik pelan “Masalah perusahaan di Jakarta…”“Pasti akan Mama handle dengan senang hati…” Senyumnya kembali muncul, kali ini lebih lepas. “Hehehe…” Namun di balik itu, ada sedikit rasa bersalah yang ikut menyelinap.Soraya menatap kosong ke d

  • Investor Asing   Bab. 42

    Soraya menyandarkan punggungnya perlahan, matanya masih terpaku pada lembar proposal kerja sama yang sejak tadi ia pelajari. Proposal itu bukan sekadar tawaran biasa—datangnya dari salah satu penggemar setianya. Seorang pengusaha butik di Pare-Pare yang dikenal royal, dan hampir tak pernah absen menunggu setiap rilisan desain terbaru dari Sonia Collection.Di sisi lain, bayangan percakapan dengan Ziyan kembali terlintas di benaknya. Rekomendasi model… konsep busana… hingga satu nama yang terus disebut dengan nada penuh keyakinan— Bunda Zayna.Soraya menghela napas pelan. “Hmm… Ziyan terlihat terlalu bersemangat… bukankah ini agak mencurigakan?” Ia memiringkan kepalanya, jemarinya mengetuk ringan meja. “Aku kok merasa… Bunda Zayna ini bukan sosok biasa ya…”Soraya kembali mengingat konten-konten edukasi yang pernah ia lihat—tenang, berkelas, dan penuh kesan. Tanpa wajah, tapi justru terasa kuat. “Gayanya cocok… dengan karakter desain yang Ziyan minta…”Ia terdiam sejenak, lalu tersen

  • Investor Asing   Bab. 41

    Malam itu, selepas menunaikan salat Isya berjamaah, Karim memilih menghabiskan waktu terakhirnya di mansion sang dede. Ia melangkah pelan menuju tepi laut Bosphorus—sebuah ruang sunyi yang sengaja dibangun, tempat sang dede biasa bermuhasabah.Angin malam berembus lembut, membawa aroma laut yang menenangkan. Namun, ketenangan itu terasa berbeda bagi Karim. Lima tahun terakhir, hidupnya hanya dipenuhi target dan pencapaian. Ia memaksa dirinya untuk selalu melampaui batas—tiga kali lebih tinggi dari tahun sebelumnya. Tanpa sadar, ia menjelma menjadi sosok yang gila kerja. Waktu, tenaga, bahkan perasaan, semuanya ia korbankan.Keluarga perlahan menjauh, begitu pula dengan cinta… hingga akhirnya ia mengenal Bunda Zayna. Sejak saat itu, ada sesuatu yang berubah. Dalam setiap langkahnya, bayangan tentang keluarga mulai kembali hadir. Tentang kehangatan yang dulu ia abaikan. Tentang rasa memiliki yang sempat ia kubur dalam ambisi.Karim menghela napas panjang. Tanpa sepengetahuan Bunda Zayn

  • Investor Asing   Bab. 40

    Tidak terasa Karim berada di taman belakang cukup lama. Dede yang pergi sejak pagi kini telah kembali ke mansion. “Sayang, tadi Karim mencarimu dan ingin menyusulmu,” kata Babane.“Karim di mana sekarang?” tanya Dede. “Sejak tadi di taman belakang, mungkin masih di sana.” “Oh...” Dede mengangguk pelan. “Saya bersih-bersih dulu. Tidak lama lagi dzuhur, nanti bertemu saja di musholla.”Babane hanya mengangguk, lalu Dede berlalu ke kamarnya.Tak lama setelah itu, Karim muncul dari taman belakang. Langkahnya tenang, namun sorot matanya menyimpan sesuatu—seolah masih tertinggal di antara rindang pepohonan dan semilir angin yang tadi menemaninya. Ia berhenti sejenak di ambang pintu, memandang ke dalam rumah yang terasa hangat. Suara aktivitas dari dapur terdengar samar. Namun hatinya belum sepenuhnya kembali dari perenungan.“Karim...” Suara itu membuatnya menoleh. Dede berdiri tidak jauh darinya, baru saja keluar dari kamar.Karim mendekat. “Aku mencari Dede sejak pagi,” ucapnya tenang

  • Investor Asing   Bab. 39

    Setelah mengantar anak-anak ke taman Qur’an, Bunda Zayna kembali ke ruang kerjanya. Suasana rumah terasa lebih hening, hanya suara lembut kipas angin yang menemani.Ia duduk perlahan, menyalakan kembali laptopnya. Tatapannya langsung tertuju pada pergerakan saham minyak dan gas yang sejak pagi tadi ia lepas. Benar saja… seperti yang ia perkirakan. Harga kembali turun menguji area support.Bunda Zayna mengamati dengan seksama, jemarinya sesekali mengetuk meja, bukan karena gelisah, tetapi sebagai bentuk fokus yang dalam. “Jika ia benar-benar kuat di 1830…” gumamnya pelan, “aku akan masuk kembali.”Waktu berjalan menuju akhir sesi dua. Pergerakan mulai menunjukkan arah. Angka 1830 mulai diperebutkan—bid mulai menebal, sementara offer bertahan di 1835. Ada dorongan halus, namun cukup jelas bagi mata yang terlatih. Senyum tipis terukir di wajahnya. Tanpa ragu, ia langsung mengeksekusi rencananya. Ia masuk kembali dengan 40% dari dana trading hari ini, hasil dari compounding yang ia bangun

  • Investor Asing   Bab. 38

    Bunda Zayna menatap layar dengan tenang, salah satu posisi trading momentumnya baru saja ia lepas. Saham sektor batubara itu ia stop loss di kisaran profit 13%—angka yang cukup bagi standar disiplin yang ia pegang. Dari alokasi sekitar 97 juta, ia mengamankan keuntungan kurang lebih 12 jutaan.Ia t

  • Investor Asing   Bab. 37

    Karim melangkah di bawah naungan pohon dan duduk di dekat meja tempat çay hangat berada. Uap tipis mengepul pelan, seolah ikut menenangkan pikirannya yang mulai dipenuhi banyak hal. Matanya kembali menyapu sekeliling taman. tenang, rapi, namun terasa hampa tanpa kehadiran orang-orang yang biasa men

  • Investor Asing   Bab. 36

    Ziyan terbangun saat waktu sudah menunjukkan pukul sembilan pagi. Dengan setengah sadar, ia langsung duduk, berusaha mengingat apa yang terjadi hingga dirinya bisa tertidur begitu lelap. Tempat ini terasa begitu tenang, menghadirkan rasa aman yang jarang ia rasakan, hingga tanpa sadar kewaspadaanny

  • Investor Asing   Bab. 35

    Setelah melaksanakan sholat taubat, hati Karim diliputi ketenangan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Ada damai… yang perlahan mengisi ruang-ruang kosong di dalam dirinya. Ia kembali ke kamarnya dengan langkah ringan. Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, ia tidak merasa ingin lari.Dua

Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status