Teilen

Bab. 38

last update Veröffentlichungsdatum: 04.04.2026 17:31:38

Bunda Zayna menatap layar dengan tenang, salah satu posisi trading momentumnya baru saja ia lepas. Saham sektor batubara itu ia stop loss di kisaran profit 13%—angka yang cukup bagi standar disiplin yang ia pegang. Dari alokasi sekitar 97 juta, ia mengamankan keuntungan kurang lebih 12 jutaan.

Ia tidak menunggu harga mencapai puncak. Begitu tanda kejenuhan mulai terasa—pergerakan melambat dan tekanan jual meningkat—ia langsung keluar tanpa ragu. Cukup…” gumamnya pelan.

Bagi Zayna, menjaga hasil
Lies dieses Buch weiterhin kostenlos
Code scannen, um die App herunterzuladen
Gesperrtes Kapitel

Aktuellstes Kapitel

  • Investor Asing   Bab. 119

    Zayna mulai merapikan portofolionya ke dalam lembar Excel. Sesekali matanya melirik kalender di sudut layar laptop."Hem... masih ada tiga hari perdagangan sebelum akhir bulan," gumamnya pelan.Malam ini ia bertekad menyelesaikan seluruh catatan transaksinya. Laporan harus rapi agar lebih mudah memahami pergerakan dana dan penempatan portofolio yang selama ini dikelolanya. Dari tiga kelompok investasi yang ia pisahkan, pekerjaan kali ini terasa sedikit lebih merepotkan karena sebagian besar dana masih berada dalam posisi cash balance. Kondisi itu membuatnya harus ekstra hati-hati selama melakukan transaksi di sela-sela liburan beberapa hari terakhir.Zayna kembali membuka catatan transaksi yang berserakan di meja."Hem... Alhamdulillah, ternyata laporan kedua ini masih bisa menghasilkan tambahan 'gaji' juga," gumamnya sambil tersenyum tipis.Ia mulai menelusuri satu per satu transaksi yang telah dilakukan.Pada hari pertama, ia sempat menjual lima puluh persen kepemilikannya di saham

  • Investor Asing   Bab. 118

    Bunda Zayna mulai mengatur kembali portofolionya ketika masa liburan keluarga memasuki hari kelima. Selama empat hari sebelumnya, aktivitas pasar saham berhenti karena bertepatan dengan cuti panjang dan libur nasional bursa. Kesempatan itu benar-benar ia manfaatkan untuk fokus menikmati waktu bersama keluarga tanpa terganggu oleh pergerakan pasar.Memasuki hari pertama perdagangan setelah libur panjang, saldo kas (cash balance) di rekening investasinya bertambah. Sempat terlintas di pikirannya untuk kembali aktif melakukan trading di sela-sela liburan. Namun, karena dana yang dikelolanya kini semakin besar, Zayna menyadari bahwa setiap keputusan membutuhkan konsentrasi yang lebih matang. Ia tidak ingin kesalahan kecil terjadi hanya karena perhatiannya terbagi antara keluarga dan pasar. Karena itu, ia memutuskan untuk lebih fokus menambah dana investasi dan melakukan penyesuaian portofolio seperlunya.Pada hari pertama trading tersebut, Zayna menjual separuh kepemilikan salah satu saha

  • Investor Asing   Bab. 117

    Eksel masih sibuk dengan pikirannya. Pujian dari ayahnya beberapa waktu lalu masih membekas hangat di dalam hati.Ia menutup laptopnya perlahan, lalu bergegas menuju kamar."Aku harus segera tidur. Besok hari yang penting," gumamnya pelan.Eksel merebahkan tubuh di atas ranjang sambil tersenyum. Pikirannya melayang pada pertemuan esok hari. Ia akan bertemu ayahnya, dan tentu saja Soraya.Perasaan itu membuatnya sulit menahan senyum."Ziyan... Ziyan..."Suara Karim terdengar memanggil dengan lantang."Astagfirullah, Ziyan!""Eh, Bos! Maaf..." Ziyan tersentak kaget dari lamunannya. "Sudah waktunya pulang ya?"Karim menatapnya dengan kesal."Laporanmu belum selesai. Kalau memang mau pulang, silakan. Sekalian saja mampir ke HRD.""Jangan begitu dong, Tuan. Cari orang seperti saya susah, lho," jawab Ziyan sambil nyengir lebar.Karim hanya menggelengkan kepala melihat tingkah anak buah kepercayaannya itu."Gimana Bunda Zayna?" tanyanya kemudian."Beliau sudah sampai dengan selamat, Tuan. Se

  • Investor Asing   Bab. 116

    Ziyan masih memikirkan ucapan Karim tentang Eksel. Rasa penasarannya semakin besar. Ia ingin mengetahui sejauh mana kemampuan pemuda itu. "Tapi bagaimana caranya?" gumamnya pelan. Tidak mungkin seseorang dengan kemampuan seperti itu bisa terus-menerus bersembunyi dari perhatian orang lain. Pertanyaan lain juga muncul di benaknya.Apakah Kelvin mengetahui semua ini? Ziyan menyandarkan tubuhnya di kursi, lalu tersenyum tipis."Hem... aku akan mencobanya."Ia teringat sistem keamanan berlapis yang pernah dipasang untuk melindungi butik Soraya. Dari situlah sebuah ide muncul. Ia sengaja membuat sebuah celah kecil, bukan agar Kelvin menemukannya, melainkan agar dapat menarik perhatian Eksel.Perlahan ia mencoba mengakses jalur komunikasi yang terhubung dengan ponsel Soraya."Semoga Soraya tidak mematikan ponselnya." Menurut perhitungannya, cepat atau lambat Eksel pasti akan mencoba menghubungi Soraya atau mencari tahu keberadaannya. Karena itu, Ziyan memasang sistem pemantauan jarak jauh

  • Investor Asing   Bab. 115

    Genap sepuluh hari akhirnya keluarga Zayna kembali ke Parepare."Alhamdulillah, akhirnya sebentar lagi kita sampai di rumah," ujar Zayna dengan wajah sumringah."Iya, Bund," jawab Aim sambil tersenyum dan tetap fokus mengemudikan mobil.Zayna teringat semua kebaikan yang mereka terima selama berada di Jakarta, Bogor dan Daerah sekitar pinggiran kota yang menjadi Perjalanan Dinasnya."Tuan Karim benar-benar baik kepada kita. Bahkan semua pakaian yang kita pakai selama di sana dibolehkan untuk dibawa pulang." Yang tidak diketahui oleh Zayna dan keluarganya, pakaian-pakaian tersebut sebenarnya merupakan pesanan khusus dengan kualitas terbaik. Mereka hanya merasakan betapa nyaman dan enaknya pakaian itu dikenakan tanpa mengetahui nilai sebenarnya."Semoga barang-barang yang kita kirim lewat ekspedisi sudah sampai di rumah," kata Zayna."Insya Allah Bund," jawab Aim.Tak lama kemudian mereka memasuki halaman rumah."Yeay... akhirnya sampai!" seru Ana dan Zayan bersamaan. Kedua anak itu ta

  • Investor Asing   Bab. 114

    Kelvin tetap awasi setiap gerak-gerik Soraya."Baik, Nyonya," jawabnya singkat."Oh iya, bukankah Eksel yang berhasil mengetahui Soraya bertemu dengan Zahra itu?" tanya Sonia."Benar, Nyonya. Kebetulan saat itu dia memang berada di kafe yang sama," jawab Kelvin.Sonia tersenyum. "Mana dia? Sudah lama sekali aku tidak bertemu dengannya.""Dia ada di depan, Nyonya," kata Kelvin, yang merupakan ayah Eksel."Suruh dia masuk. Sudah saatnya dia menerapkan ilmu yang didapatnya selama ini di perusahaan.""Baik, Nyonya."Kelvin segera keluar dan memanggil putranya.Tak lama kemudian, pintu ruangan terbuka."Tante Sonia!" Eksel langsung masuk dengan wajah ceria. Ia menghampiri Sonia dan mencium punggung tangan wanita itu dengan penuh hormat, kedekatan mereka memang sudah terjalin sejak lama. Sonia menganggap Eksel seperti anaknya sendiri, sementara bagi Eksel, Sonia adalah sosok yang selalu memberinya perhatian layaknya seorang ibu."Gimana, Eksel? Siap bekerja di kantor Tante?" tanya Sonia sa

  • Investor Asing   Bab. 55

    Tepat pukul 09.30, Bunda Zayna dan keluarga sudah siap berangkat. Pagi itu terasa sedikit berbeda ada tujuan yang jelas, tapi juga terselip rasa penasaran yang belum terjawab.Di dalam mobil, suasana hangat seperti biasa. “Bun, kita mau ke mana? Jalan-jalan ya?” tanya Zayan, si bungsu, dengan mata

  • Investor Asing   Bab. 54

    Bunda Zayna menarik napas pelan sebelum akhirnya menunduk sedikit.“Bunda sudah memutuskan bertemu hari ini jam 10.00… sekarang sudah pukul 07.00 Tidak mungkin kan Ayah melarang…” suaranya melembut, ada rasa bersalah yang terselip.“Maaf Yah… Bunda tidak izin dulu. Bunda hanya berpikir seperti tuan

  • Investor Asing   Bab. 53

    Pagi di dapur yang hangat, Bunda Zayna sudah lebih dulu terjaga. Hari libur baginya bukan alasan untuk bermalas-malasan, justru menjadi momen kecil yang ia nikmati sepenuh hati.Aroma mentega yang meleleh berpadu dengan wangi gula yang karamellisasi perlahan memenuhi ruangan, adonan cake yang tadi

  • Investor Asing   Bab. 52

    Bunda Zayna menatap pesan balasan Soraya beberapa saat sebelum akhirnya mematikan layar ponselnya. Jemarinya sempat ragu, menggantung di udara, seolah masih ada yang ingin ia ketik—sebuah penjelasan, atau mungkin sekadar basa-basi yang menenangkan. Namun urung. Ia memilih diam.Seharusnya ia memint

Weitere Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status