Teilen

Luluh.

last update Veröffentlichungsdatum: 24.05.2026 00:13:53

“Awas, Senja!!!”

Langit berteriak panik sambil berlari secepat mungkin mengejar Senja. Tangannya sudah terulur cepat ketika suara decitan ban mobil yang bergesekan keras dengan aspal menggema memekakkan telinga.

Ciiittttt......!

Namun di detik terakhir, jemari Langit berhasil meraih pergelangan tangan Senja dan menarik tubuh wanita itu kuat ke dalam pelukannya hingga tabrakan yang nyaris terjadi berhasil terhindar.

“Astaga, Senja....”

Tubuh Langit gemetar hebat. Napasnya memburu saat memel
Lies dieses Buch weiterhin kostenlos
Code scannen, um die App herunterzuladen
Gesperrtes Kapitel
Kommentare (1)
goodnovel comment avatar
Ria Nur
..................
ALLE KOMMENTARE ANZEIGEN

Aktuellstes Kapitel

  • Dari Istri Terhina Menjadi Kesayangan Penguasa   Demi melindungi Mama.

    Tok.... Tok.... Baru saja Senja selesai mandi, saat pintu kamarnya di ketuk dari luar. "Senja.... Ini Mamma." Suara dari balik pintu. "Iya, Ma. Masuk aja," sahut Senja dari atas ranjang, sudah bersiap tidur. "Kamu sudah mau tidur?" tanya Wulandari berjalan masuk. Senja mengangguk. "Sini Ma," Senja menepuk sisi kosong di sebelahnya. Sambil tersenyum Wulandari mengikuti arahan Senja. Duduk bersandar di samping putrinya itu. "Kamu pasti lelah. Setiap hari lembur sampai pulang malam," katanya menggenggam tangan Senja. "Maafin Mama, gak bisa bantu kamu." "Asal Mama sehat, itu sudah senang banget," jawab Senja memeluk Wulandari manja. "Iya, Mama akan sehat. Tidak akan membuatmu khawatir lagi." Wulandari mengelus punggung Senja. "Janji ya, jangan banyak pikiran biar sehat terus...." "Hemm..." Wulandari bergumam. "Oh... Iya Mama bicara sesuatu sama kamu, penting." Wulandari melepaskan pelukannya. Ekspresinya berubah tegang. Matanya melirik ke arah pintu lalu berbisik, "Ini t

  • Dari Istri Terhina Menjadi Kesayangan Penguasa   Keputusan dan keputusasaan.

    "Majulah!" tantang Narendra dengan senyum sinis, seolah meremehkan Langit. Suami Senja itu pun tersulut emosi. Tangannya yang sudah mengepal langsung terangkat bersiap memukul Narendra, "Sudah cukup!!" sentak Senja keras. Dua pria yang sudah siap beradu otot itu menurunkan tangannya masing-masing."Narendra mundur!" Senja menarik lengan sepupunya. Meski enggan Narendra akhirnya mundur satu langkah dibelakang Senja. "Masih ingin menjelaskan?" tanya Senja pada Langit. Kali ini tatapannya dingin. Sangat dingin sampai menembus ke dalam hati. Dada Langit berdenyut nyeri. Untuk pertama kalinya ia melihat tatapan Senja sedingin itu kepadanya. "Beri aku kesempatan untuk menjelaskan," pintanya. "Silahkan bicara," balas Senja masih dengan ekspresi yang sama. Ekspresi yang membuat dada Langit teras sesak. "Kita bicara berdua. Di kamar, tanpa orang lain." Tak menyerah, Langit kembali memohon dengan memasang wajah melas. Senja mendesah berat, mulai merasa muak dengan sikap Langit.

  • Dari Istri Terhina Menjadi Kesayangan Penguasa   Dukungan Oma Hanna.

    "Kita ke rumah Langit dulu," ucap Senja pada Narendra saat mobil baru saja keluar dari pelataran rumahnya. Narendra langsung menoleh. "Kenapa? Apa Langit sudah pulang?" "Belum. Tapi mungkin bersiap pulang," jawab Senja tanpa menoleh. Sibuk dengan ponselnya. "Aku ke sana karena Oma Hanna ingin bertemu denganku," Narendra tersenyum kecut. "Mereka pasti panik. Berita perselingkuhan Langit heboh di jagad maya." Senja tersenyum tipis. Semalam karena kelelahan sepulang dari pabrik, ia memutuskan untuk tidur lebih awal. Namun sekitar pukul satu dini hari, ia terbangun karena mendengar suara notifikasi dari ponselnya. Puluhan pesan dan beberapa panggilan telpon dari Narendra, Safia dan beberapa teman juga kerabat jauhnya. Semua mengirim link video medsos. Stelah membuka link itu, Senja baru tahu, ternyata sejak sore kemarin dunia maya dihebohkan dengan foto-foto dan video Langit bersama Larasati. Banyak akun-akun anonim membagikan foto-foto Langit dengan caption yang menyudutkan put

  • Dari Istri Terhina Menjadi Kesayangan Penguasa   Menolak tegas.

    Setelah tiga hari berlalu, akhirnya Rafael menghubungi Senja. Pria itu datang ke pabrik menjemput Senja dan membawanya ke sebuah kafe. "Dia di sana," ucap Rafael menunjuk ke arah pojok kafe. Di salah satu meja nampak seorang pria duduk seorang diri. Wajahnya menunduk, menatap ponsel di tangannya sambil sesekali menyesap gelas kopinya. Tanpa menyahut Senja langsung melangkah mendekati pria itu. Di belakangnya Rafael menyusul, berjalan pelan. "Jadi kamu yang namanya Guntur?" tanya Senja menatap sinis pria yang duduk didepannya. Pria itu mendongak. Tangannya membetulkan kaca matanya sebelum akhirnya menjawab. "Iya, aku Guntur." Tanpa permisi Senja menarik kursi dan mendudukkan dirinya. "Aku Senja. Kamu pasti sudah tahu kan?" "Iya, aku tahu." Guntur menyandarkan punggungnya. Tatapan beralih ke Rafael yang berdiri di belakang Senja. "Sorry, aku terpaksa. Papa mengancam akan memecatku," ucapnya menyesal. "Hemm..." Guntur mengangguk. "Kalian bicaralah baik-baik. Jangan terbaw

  • Dari Istri Terhina Menjadi Kesayangan Penguasa   Perjuangan Senja.

    Bersama Adi, siang ini Senja pergi ke perusahaan AdiJaya. "Sudah setahun belakangan ini, Pak Sanjaya pensiun dan digantikan putra sulungnya Rafael Pratama," ucap Adi di tengah-tengah perjalanan. Senja yang sedang sibuk membaca lembaran kertas di tangannya langsung mendongak, memandang Adi yang duduk di samping sopir. "Jadi Rafael itu yang memutuskan kontrak kerja sama dengan kita?" "Harusnya memang dia." Adi menoleh. "Apa kita pernah menyinggungnya? Mungkin masalah harga atau apa gitu?" "Saya rasa tidak," sahut Adi. "Coba Mbak Senja lihat foto ini." Pria itu menunjukkan layar ponselnya. "Rafael Pratama berteman baik dengan salah satu kerabat keluarga almarhum Pak Himawan," Senja memajukan tubuhnya. Matanya menyipit, menatap layar benda pipih di tangan Adi. "Kebetulan, dulu anak saya junior Rafael di kampus," tambah Adi. Senja mendengus kasar. "Jadi begitu," "Sepertinya pemutusan kontrak kerja kita, ada hubungannya dengan Guntur Ganendra."Senja mengangguk. "Om benar,"

  • Dari Istri Terhina Menjadi Kesayangan Penguasa   Berusaha kuat.

    Sehari di rumah, kondisi Wulandari kembali drop. Merasa khawatir, Senja memutuskan untuk membawa mamanya ke rumah sakit agar dirawat inap. Setelah tiga hari menjalani opname, kondisi Wulandari mulai membaik. Meski begitu, dokter belum mengizinkannya pulang. Kondisi jantungnya belum stabil. Sedikit saja guncangan bisa berakibat fatal. Selama itu, Langit tidak pernah menelepon. Pria itu hanya sesekali mengirim pesan, menanyakan kabar sang istri dan ibu mertuanya. Pagi ini, pria itu kembali mengabarkan bahwa kepulangannya yang seharusnya minggu ini ditunda hingga minggu depan. Sama seperti sebelumnya, pekerjaan menjadi alasannya. Senja yang sedang sibuk mengecek laporan keuangan pabrik seketika menghentikan kegiatannya saat sebuah notifikasi pesan muncul di layar ponselnya. . [Maaf, minggu ini aku belum bisa pulang. Ada sedikit masalah dengan pembukaan cabang perusahaan yang baru.] Sudah sepuluh menit Senja menatap deretan kata di layar ponselnya itu dengan ekspresi datar. Detik b

  • Dari Istri Terhina Menjadi Kesayangan Penguasa   Kembali ke kampus.

    Pagi ini Senja akhirnya memutuskan kembali kuliah. Sudah hampir tiga minggu ia tidak muncul di kampus sejak kecelakaan itu. Tubuhnya memang sudah cukup pulih, namun luka di kepalanya masih belum benar-benar sembuh. Senja sedang duduk di depan meja rias ketika pintu kamar terbuka perlahan. Wulandar

  • Dari Istri Terhina Menjadi Kesayangan Penguasa   Menjaga keluarga.

    Senja sedang tenggelam dalam tumpukan buku kuliahnya ketika terdengar ketukan pelan di pintu kamar. Tok… tok… “Non, dipanggil Nyonya. Makan malam sudah siap.” Suara bibi terdengar dari balik pintu. “Iya, Bi,” jawab Senja singkat. Ia segera menutup bukunya, lalu bangkit dan keluar kamar. Langk

  • Dari Istri Terhina Menjadi Kesayangan Penguasa   Berbeda.

    Brakk.... Sore itu pintu rumah keluarga Senja dibuka dengan tergesa. Dengan langkah lebar seorang pria berjalan masuk dan terhenti di ruang tengah. "Ma!!" Suara berat itu menggema sampai ke dapur. Wulandari yang tengah memotomg sayur tersentak. Pisau di tangannya segera ia letakkan dan berge

  • Dari Istri Terhina Menjadi Kesayangan Penguasa   Wanita beracun.

    "Tidak perlu berpura-pura lagi! Tante, kan, yang memberi tahu Mbak Bulan? Tante sengaja ingin mengadu domba kami?" Tatapan Senja tajam dan dingin, menusuk tepat ke arah Arini. Sementara wanita itu tampak terperanjat, wajahnya pucat seketika, seolah tak menyangka tuduhan itu akan meluncur dari bib

Weitere Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status