Share

Luluh.

Author: iva dinata
last update Petsa ng paglalathala: 2026-05-24 00:13:53

“Awas, Senja!!!”

Langit berteriak panik sambil berlari secepat mungkin mengejar Senja. Tangannya sudah terulur cepat ketika suara decitan ban mobil yang bergesekan keras dengan aspal menggema memekakkan telinga.

Ciiittttt......!

Namun di detik terakhir, jemari Langit berhasil meraih pergelangan tangan Senja dan menarik tubuh wanita itu kuat ke dalam pelukannya hingga tabrakan yang nyaris terjadi berhasil terhindar.

“Astaga, Senja....”

Tubuh Langit gemetar hebat. Napasnya memburu saat memel
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (1)
goodnovel comment avatar
Ria Nur
..................
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Dari Istri Terhina Menjadi Kesayangan Penguasa   Berusaha kuat.

    Sehari di rumah, kondisi Wulandari kembali drop. Merasa khawatir, Senja memutuskan untuk membawa mamanya ke rumah sakit agar dirawat inap. Setelah tiga hari menjalani opname, kondisi Wulandari mulai membaik. Meski begitu, dokter belum mengizinkannya pulang. Kondisi jantungnya belum stabil. Sedikit saja guncangan bisa berakibat fatal. Selama itu, Langit tidak pernah menelepon. Pria itu hanya sesekali mengirim pesan, menanyakan kabar sang istri dan ibu mertuanya. Pagi ini, pria itu kembali mengabarkan bahwa kepulangannya yang seharusnya minggu ini ditunda hingga minggu depan. Sama seperti sebelumnya, pekerjaan menjadi alasannya. Senja yang sedang sibuk mengecek laporan keuangan pabrik seketika menghentikan kegiatannya saat sebuah notifikasi pesan muncul di layar ponselnya. . [Maaf, minggu ini aku belum bisa pulang. Ada sedikit masalah dengan pembukaan cabang perusahaan yang baru.] Sudah sepuluh menit Senja menatap deretan kata di layar ponselnya itu dengan ekspresi datar. Detik b

  • Dari Istri Terhina Menjadi Kesayangan Penguasa   kenyataan pahit.

    Dengan tubuh gemetaran, Senja kembali melangkah. Semua pertanyaan yang memenuhi hatinya membutuhkan jawaban. Dan kali ini, dia sendiri yang harus mencari jawabannya.Di depan pintu ruang ICU yang tertutup, Langit sedang memeluk Laras. Wanita itu sedang menangis tersedu-sedu. "Tenanglah, Lili akan baik-baik saja. Aku sudah menyewa dokter terbaik untuk merawatnya," ucap Langit menenangkan sembari mengelus punggung wanita itu yang bergetar karena tangis.Tak jauh dari keduanya, Senja mengintip dari balik dinding. Ia bisa melihat semuanya dengan jelas. Setip gerakan tubuh Langit, juga ucapan pria itu. Senyum miris perlahan muncul di bibirnya. Manusia memang aneh. Semua pria sama, selalu ingin memiliki istri yang mandiri, tapi sangat suka dibutuhkan wanita lain. Di kamar lain, ibu mertuanya sedang terbaring lemah. Senja pun panik dan gelisah. Namun, istrinya itu memilih untuk memendam semuanya. Ia tidak ingin mengganggu pekerjaan Langit.Tapi nyatanya, di sini Langit justru sedang memel

  • Dari Istri Terhina Menjadi Kesayangan Penguasa   Bertemu dengan keluarga Papa.

    "Senja harus bercerai dengan suaminya, lalu menikah dengan Guntur untuk meneruskan trah keturunan keluarga kita," Brakk.... Senja mendorong daun pintu lebih keras hingga pintu terbuka lebar. Sontak saja membuat semua orang di ruangan itu menoleh. "Senja!!" Wulandari yang berdiri di depan ranjang pasien menoleh. Raut wajahnya kaget namun juga nampak sedikit lega. "Kamu jemput Mama?" lanjutnya yang langsung mendapatkan anggukan dari Senja. Wanita cantik itu lalu mengarahkan tatapan dinginnya pada sosok yang terbaring diatas ranjang pasien. Seorang wanita setengah baya yang sedang duduk sambil bersandar. Punggungnya tegap dengan wajah pucat namun tetap terlihat tegas dan beribawa. Wanita itu, Raden Ayu Widuri puspita, nenek Senja dari papanya. Istri dari almarhum Raden Mas Anggada Wijayakrama. Wajah angkuh itu terangkat. "Kamu sudah dengar, kan?" ucap Eyang Widuri. "Saya tidak akan berbasa-basi, cepat cerai dan tinggal di keraton. Bulan depan kamu menikah dengan Guntur Wija

  • Dari Istri Terhina Menjadi Kesayangan Penguasa   Mereka mulai mengusik

    Atas perintah Oma Hanna, Bumi terpaksa kembali ke Jakarta. Awalnya dokter muda itu menolak, namun Oma Hanna tak kehabisan akal. Ia menelpon Adityawarman, meminta putranya itu datang sendiri untuk menjemput Bumi. Adityawan murka saat tahu, Bumi menaruh hati pada Senja. Mereka pun memutuskan untuk mengirim Bumi keluar negeri. Dilarang pulang sampai benar-benar ikhlas menerima Senja sebagai kakak iparnya. Di sisi lain, kehidupan Senja dan Langit kembali tenang. Senja dengan masalah pabrik, kuliah dan kasus kecelakaan almarhum papanya. Sementara Langit sedang sibuk dengan cabang perusahaan barunya. Sudah lebih dari satu bulan pria itu dinas luar kota. Siang ini Senja kembali menemui kakaknya di penjara. Pengacara memberitahu jika Bulan sudah bersedia berkerjasama dan koperatif. "Demi Tuhan, bukan aku yang merencanakannya. Aku hanya memberi info kegiatan Papa pada tante Arini," aku Bulan dengan wajah memelas. Sorot matanya sayu penuh rasa bersalah. "Aku memang sempat marah dan ke

  • Dari Istri Terhina Menjadi Kesayangan Penguasa   Amarah Langit dan keraguan Senja.

    Bumi tersungkur ke lantai. Kali ini Langit benar-benar tak mampu menahan emosinya. Amarah yang sejak tadi ditahannya seketika meledak dan sebuah pukulan mendarat di wajah sang adik. "Langit....." jerit Oma Hanna histeris. Tak berhenti di sana, Langit kembali meluapkan amarahnya, menendang perut dan kaki Bumi hingga hingg membuat sang adik mengerang kesakitan. "Astaga, Langit berhenti!" teriak Oma Hanna dengan tubuh gemetar. Hendak memisah tapi tubuhnya mendadak lemas. Wanita itu pun terduduk di sofa sambil memegangi dadanya yang mulai terasa sesak. "Astaghfirullah...." Dari arah dapur, Bibi berlari mendekat. "Istighfar, Tuan.... sudah cukup!!!" ujarnya sambil menarik lengan Langit mundur. "Sabar, Tuan... sabar...." ucapnya sambil mengelus lengan pria itu. Wanita paruh baya itu berusaha menenangkan majikan yang sudah diasuhnya sejak kecil. Namun, sentuhan tangan Bibi tak mampu meredakan emosi Langit. Layaknya api yang disiram bensin, amarah itu justru semakin berkobar

  • Dari Istri Terhina Menjadi Kesayangan Penguasa   Pengakuan Bumi.

    "Kubilang manfaatkan belas kasihannya. Buat dia iba!!! Apa itu sulit?" sentaknya dengan suara penuh emosi. Oma Hanna mengerutkan dahinya. Ucapan Bumi mengusik hatinya. "Lakukan seperti instruksiku!" Tubuh tegap itu bergerak, tak lagi membelakangi Oma Hanna. Wanita itu bisa melihat ekspresi Bumi dari samping. Wajahnya memerah padam. Sangat berbeda dengan biasanya. Ekspresi kalem yang biasanya melekat di wajah dokter muda itu, hilang entah ke mana. Berganti dengan raut garang dan mata melotot penuh amarah.Penasaran, ucapan Bumi dan siapa yang lawan bicara pria itu. Perlahan Oma Hanna melangkah menuju teras samping. "Bumi," panggilnya yang seketika membuat cucunya terperanjat. "O-Oma?" jawabnya dengan ekspresi kaget yang tidak bisa ia sembunyikan. "Kamu sedang bicara dengan siapa? Memanfaatkan siapa? Membuat iba siapa?" cecar Oma Hanna. "Siapa yang kamu maksud?" "Eeee......" Bumi gugup. Namun hanya sebentar, segera ia merubah ekspresi keterkejutan di wajahnya berganti se

  • Dari Istri Terhina Menjadi Kesayangan Penguasa   Kembali ke kampus.

    Pagi ini Senja akhirnya memutuskan kembali kuliah. Sudah hampir tiga minggu ia tidak muncul di kampus sejak kecelakaan itu. Tubuhnya memang sudah cukup pulih, namun luka di kepalanya masih belum benar-benar sembuh. Senja sedang duduk di depan meja rias ketika pintu kamar terbuka perlahan. Wulandar

  • Dari Istri Terhina Menjadi Kesayangan Penguasa   Menjaga keluarga.

    Senja sedang tenggelam dalam tumpukan buku kuliahnya ketika terdengar ketukan pelan di pintu kamar. Tok… tok… “Non, dipanggil Nyonya. Makan malam sudah siap.” Suara bibi terdengar dari balik pintu. “Iya, Bi,” jawab Senja singkat. Ia segera menutup bukunya, lalu bangkit dan keluar kamar. Langk

  • Dari Istri Terhina Menjadi Kesayangan Penguasa   Berbeda.

    Brakk.... Sore itu pintu rumah keluarga Senja dibuka dengan tergesa. Dengan langkah lebar seorang pria berjalan masuk dan terhenti di ruang tengah. "Ma!!" Suara berat itu menggema sampai ke dapur. Wulandari yang tengah memotomg sayur tersentak. Pisau di tangannya segera ia letakkan dan berge

  • Dari Istri Terhina Menjadi Kesayangan Penguasa   Wanita beracun.

    "Tidak perlu berpura-pura lagi! Tante, kan, yang memberi tahu Mbak Bulan? Tante sengaja ingin mengadu domba kami?" Tatapan Senja tajam dan dingin, menusuk tepat ke arah Arini. Sementara wanita itu tampak terperanjat, wajahnya pucat seketika, seolah tak menyangka tuduhan itu akan meluncur dari bib

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status