Share

Luluh.

Author: iva dinata
last update publish date: 2026-05-24 00:13:53

“Awas, Senja!!!”

Langit berteriak panik sambil berlari secepat mungkin mengejar Senja. Tangannya sudah terulur cepat ketika suara decitan ban mobil yang bergesekan keras dengan aspal menggema memekakkan telinga.

Ciiittttt......!

Namun di detik terakhir, jemari Langit berhasil meraih pergelangan tangan Senja dan menarik tubuh wanita itu kuat ke dalam pelukannya hingga tabrakan yang nyaris terjadi berhasil terhindar.

“Astaga, Senja....”

Tubuh Langit gemetar hebat. Napasnya memburu saat memel
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Ria Nur
..................
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Dari Istri Terhina Menjadi Kesayangan Penguasa   Amarah Langit dan keraguan Senja.

    Bumi tersungkur ke lantai. Kali ini Langit benar-benar tak mampu menahan emosinya. Amarah yang sejak tadi ditahannya seketika meledak dan sebuah pukulan mendarat di wajah sang adik. "Langit....." jerit Oma Hanna histeris. Tak berhenti di sana, Langit kembali meluapkan amarahnya, menendang perut dan kaki Bumi hingga hingg membuat sang adik mengerang kesakitan. "Astaga, Langit berhenti!" teriak Oma Hanna dengan tubuh gemetar. Hendak memisah tapi tubuhnya mendadak lemas. Wanita itu pun terduduk di sofa sambil memegangi dadanya yang mulai terasa sesak. "Astaghfirullah...." Dari arah dapur, Bibi berlari mendekat. "Istighfar, Tuan.... sudah cukup!!!" ujarnya sambil menarik lengan Langit mundur. "Sabar, Tuan... sabar...." ucapnya sambil mengelus lengan pria itu. Wanita paruh baya itu berusaha menenangkan majikan yang sudah diasuhnya sejak kecil. Namun, sentuhan tangan Bibi tak mampu meredakan emosi Langit. Layaknya api yang disiram bensin, amarah itu justru semakin berkobar

  • Dari Istri Terhina Menjadi Kesayangan Penguasa   Pengakuan Bumi.

    "Kubilang manfaatkan belas kasihannya. Buat dia iba!!! Apa itu sulit?" sentaknya dengan suara penuh emosi. Oma Hanna mengerutkan dahinya. Ucapan Bumi mengusik hatinya. "Lakukan seperti instruksiku!" Tubuh tegap itu bergerak, tak lagi membelakangi Oma Hanna. Wanita itu bisa melihat ekspresi Bumi dari samping. Wajahnya memerah padam. Sangat berbeda dengan biasanya. Ekspresi kalem yang biasanya melekat di wajah dokter muda itu, hilang entah ke mana. Berganti dengan raut garang dan mata melotot penuh amarah.Penasaran, ucapan Bumi dan siapa yang lawan bicara pria itu. Perlahan Oma Hanna melangkah menuju teras samping. "Bumi," panggilnya yang seketika membuat cucunya terperanjat. "O-Oma?" jawabnya dengan ekspresi kaget yang tidak bisa ia sembunyikan. "Kamu sedang bicara dengan siapa? Memanfaatkan siapa? Membuat iba siapa?" cecar Oma Hanna. "Siapa yang kamu maksud?" "Eeee......" Bumi gugup. Namun hanya sebentar, segera ia merubah ekspresi keterkejutan di wajahnya berganti se

  • Dari Istri Terhina Menjadi Kesayangan Penguasa   Kecurigaan Oma Hanna.

    Pagi ini, Oma Hanna datang ke rumah Senja. Setelah lebih dari satu minggu cucu menantunya itu tidak pulang, hari ini ia bermaksud menanyakan alasan Senja belum juga kembali ke rumah. Dengan dibantu Bibi, Oma Hanna turun dari mobil dan melangkah masuk. Dari dalam rumah, Wulandari segera keluar untuk menyambut besannya itu. "Silakan masuk," ucapnya sambil menggandeng Oma Hanna masuk. "Silakan duduk," katanya lagi. Setelah menyajikan minuman, Wulandari segera meminta ART-nya untuk memanggil Senja dan membuatkan minum. "Bagaimana kondisi tubuhmu?" tanya Oma Hanna pada Wulandari. "Alhamdulillah sehat," jawab Wulandari. Oma Hanna mengangguk. "Syukurlah," ujarnya sambil menghela napas lega. Wulandari ikut mengangguk. Senyum tipis ia sunggingkan di bibirnya. "Tadinya aku pikir kamu sedang sakit, makanya Senja harus tinggal di sini untuk menemanimu. Tapi ternyata kamu sehat dan baik-baik saja." "Oh... Itu...." "Kamu kan tahu Senja sudah punya keluarga sendiri. Dia harus mengurus sua

  • Dari Istri Terhina Menjadi Kesayangan Penguasa   Penyesalan dan kekecewaan.

    Setelah merasa cukup tenang, Senja menemui Bulan di kantor polisi. Ia datang seorang diri, tanpa suami maupun mamanya. Kali ini, ia ingin mendengar langsung dari mulut kakaknya alasan di balik perbuatan yang tega mencelakai sang Papa. Di sebuah ruangan yang dijaga dua orang polisi, Senja duduk berhadapan dengan Bulan. Sebuah meja persegi menjadi penghalang di antara mereka. "Kamu harus percaya sama aku... Aku tidak bersalah." Sama seperti saat dibawa ke kantor polisi, sampai detik ini Bulan masih tidak mengakui perbuatannya. "Senja, Om Irfan dan Tante Arini lah dalang dari pembunuhan Papa. Aku benar-benar tidak terlibat," ujar Bulan berusaha menyakinkan sang adik."Kamu harus percaya sana aku. Aku ini kakak kandungmu," lanjutnya masih dengan wajah memelas. Suaranya terdengar pelan, tetapi penuh tekanan. Ada kepanikan dan ketakutan yang jelas terselip di balik setiap kata yang keluar dari bibirnya. Senja bergeming. Sejak datang, ia hanya menatap Bulan dengan tatapan dingin. Tanpa

  • Dari Istri Terhina Menjadi Kesayangan Penguasa   Kebenaran.

    "Tidak... Aku tidak bersalah. Aku tidak ada hubungannya dengan kecelakaan Papa. Mama, tolong aku..." teriak Bulan ketika polisi membawanya pergi."Mbak Wulan, tolong kami. Kami tidak bersalah. Mbak Wulan..." Tak jauh berbeda, Arini juga terus memanggil-manggil Wulandari, memohon pertolongan. Namun, seperti orang tuli, ibu kandung Senja itu hanya diam. Posisinya tidak berubah sedikit pun. Ia tetap duduk tenang tanpa menoleh kepada dua orang itu. "Astaga..." desah Oma Hanna sambil mengelus dadanya pelan. "Benar-benar keterlaluan," gumamnya. Tak ingin ikut campur, ia beranjak dari duduknya dan melangkah masuk ke dalam kamar. Senja yang masih diliputi keterkejutan hanya berdiri kaku di tempat. Matanya menatap Bulan dan Arini hingga kedua wanita itu menghilang di balik pintu ruang tamu. Hatinya hancur dan dipenuhi kekecewaan. Kali ini, ia benar-benar marah. Meski sempat menduga Bulan terlibat, ia tidak pernah menyangka jika otak di balik kematian Papanya adalah kakak kandungnya sendir

  • Dari Istri Terhina Menjadi Kesayangan Penguasa   Kebenaran

    "Maaf, Oma. Ini pernikahanku dan Senja. Oma tidak punya hak ikut campur," ujar Langit menatap sang nenek dengan wajah datar, meski sorot matanya menunjukkan ketegasan yang tak bisa digoyahkan. Wanita tua itu mengepalkan kedua tangannya. "Jadi kamu mau melawan Oma? Mempertahankan pernikahanmu?" "Iya," jawab Langit mantap, tanpa sedikit pun keraguan. Oma Hanna berdecak pelan. Tatapannya kemudian beralih kepada Senja yang sejak tadi hanya terdiam sambil menggenggam erat tangan ibunya yang terus menangis. "Memangnya kamu tidak malu punya istri yang masih memiliki hubungan dengan mantan kekasihnya?" ucapnya sinis. "Oma Hanna benar, Mas." Bulan langsung menyahut. "Senja tidak pantas buatmu. Nanti keluarga Bramantyo juga akan malu kalau sampai orang-orang tahu perselingkuhannya." "Diam kamu, Bulan!!!" bentak Wulandari marah. Dadanya naik turun menahan amarah, sementara air mata terus mengalir tanpa mampu ia bendung lagi. Rasa kecewa, marah, sekaligus hancur memenuhi dadanya. Putri yan

  • Dari Istri Terhina Menjadi Kesayangan Penguasa   Kembali ke kampus.

    Pagi ini Senja akhirnya memutuskan kembali kuliah. Sudah hampir tiga minggu ia tidak muncul di kampus sejak kecelakaan itu. Tubuhnya memang sudah cukup pulih, namun luka di kepalanya masih belum benar-benar sembuh. Senja sedang duduk di depan meja rias ketika pintu kamar terbuka perlahan. Wulandar

  • Dari Istri Terhina Menjadi Kesayangan Penguasa   Menjaga keluarga.

    Senja sedang tenggelam dalam tumpukan buku kuliahnya ketika terdengar ketukan pelan di pintu kamar. Tok… tok… “Non, dipanggil Nyonya. Makan malam sudah siap.” Suara bibi terdengar dari balik pintu. “Iya, Bi,” jawab Senja singkat. Ia segera menutup bukunya, lalu bangkit dan keluar kamar. Langk

  • Dari Istri Terhina Menjadi Kesayangan Penguasa   Berbeda.

    Brakk.... Sore itu pintu rumah keluarga Senja dibuka dengan tergesa. Dengan langkah lebar seorang pria berjalan masuk dan terhenti di ruang tengah. "Ma!!" Suara berat itu menggema sampai ke dapur. Wulandari yang tengah memotomg sayur tersentak. Pisau di tangannya segera ia letakkan dan berge

  • Dari Istri Terhina Menjadi Kesayangan Penguasa   Wanita beracun.

    "Tidak perlu berpura-pura lagi! Tante, kan, yang memberi tahu Mbak Bulan? Tante sengaja ingin mengadu domba kami?" Tatapan Senja tajam dan dingin, menusuk tepat ke arah Arini. Sementara wanita itu tampak terperanjat, wajahnya pucat seketika, seolah tak menyangka tuduhan itu akan meluncur dari bib

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status