***Lampu di ruang kerja Arga meremang, hanya menyisakan sorot lampu meja yang tajam. Siska berdiri di tengah ruangan, tangannya gemetar hebat. Ia merasa seperti domba yang masuk ke sarang serigala. Arga, pria yang selama bertahun-tahun mencoba menghancurkan bisnis kakaknya, kini duduk di hadapannya dengan senyum tipis yang mematikan."Duduklah, Siska. Kau tampak tegang." ujar Arga. Suaranya berat dan berwibawa."Aku tidak kesini untuk berbasa-basi, Arga. Lepaskan dokumen penyitaan itu. Kakakku dijebak, dan kau tahu itu." Siska mencoba menguatkan suaranya, meski keringat dingin mulai membasahi punggungnya.Arga berdiri, berjalan pelan mengitari meja kerjanya. "Aku tahu Rendy bersih. Tapi di dunia ini, kebenaran adalah milik siapa yang memegang kendali. Dan saat ini, aku yang memegangnya." Kekeh Arga.Arga berhenti tepat di belakang Siska. Ia membungkuk, menghirup aroma tubuh Siska yang unik, aroma manis yang samar, seperti susu bayi yang hangat. Siska tersentak, mencoba menjauh,
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-02-24 อ่านเพิ่มเติม