Share

Bab 5

Author: Alwee Chan
last update publish date: 2026-03-01 04:10:48

Foto itu diambil di acara amal. Acara yang Aluna sendiri bahkan sudah lupa.

Aluna mengernyit pelan. "Kenapa foto ini ada di meja Kakak? Apa mungkin?"

Sebelum Aluna sempat memikirkan lebih jauh.

Klik. Pintu ruangan terbuka.

Aluna langsung menoleh. Aluna pikir itu Arjuna yang kembali. Ternyata Rendra yang masuk bukan Arjuna.

Tubuh Aluna menegang. Rendra berdiri di depan pintu. Rendra diam-diam masuk menyelinap.

Rendra mengunci pintu dari dalam.

Kemeja putihnya kusut, dasinya longgar dan rambutnya sedikit berantakan. Matanya merah dan tajam, di selimuti kemarahan. Begitu melihat Aluna berdiri di ruangan itu, senyum sinis muncul di bibirnya Rendra.

"Wow," ucap Rendra pelan. "Cukup terkesan dengan penampilanmu yang sekarang." Rendra melirik Aluna dari ujung kepala hingga kaki. "Kakakku memang cukup royal ya."

Aluna langsung meletakkan kembali foto itu ke meja.

"Berapa hargamu sekarang?" lanjut Rendra.

Aluna menatap Rendra tajam. "Jaga mulutmu!"

"Oh ayolah." Rendra mengangkat kedua tangan pura-pura menyerah. "Kita berdua tau ini pernikahan apa."

Rendra melangkah lebih dekat. "Pernikahan bisnis. Kamu menikah dengan Arjuna demi uang, dan Arjuna menikahimu demi reputasi."

"Win-win," lanjut Rendra dengan smirknya.

Aluna menyilangkan kedua tangannya di dada. "Kenapa kamu kemari?" suara Aluna tegas, tapi jari-jarinya mulai menegang di balik itu.

"Hanya ingin menyapa." Langkah Rendra semakin mendekat. "Sementara security lagi sibuk di luar. Mungkin kita bisa bersenang-senang dulu." Senyum licik terlihat jelas di sana.

Aluna masih berdiri tegak. Tatapannya dingin. "Kamu gak boleh ada di sini."

Rendra tertawa kecil. "Oh? Sekarang kamu yang ngatur aku?" Rendra melirik sekeliling ruangan mewah itu. "Wah, cepat juga naik kelasnya."

Rendra berhenti sekitar dua meter dari Aluna. "Tenang aja. Aku cuma ingin bicara sebentar."

Aluna mundur satu langkah. "Kita gak punya apa pun untuk dibicarakan."

Rendra tertawa pelan. "Benarkah?"

Kemudian Rendra berjalan mengitari meja Arjuna dengan langkah lambat.  "Ruangan yang bagus," kata Rendra sambil menyentuh sandaran kursi CEO.

Tatapan Rendra tertuju kembali pada Aluna. "Jadi ini yang kamu impikan."

Aluna mengerutkan dahi. "Apa maksudmu?"

Rendra berhenti tepat di depan meja. "Jangan pura-pura lagi," ucap Rendra dengan nada merendahkan. "Kamu menikah dengan kakakku demi semua ini. Ya walaupun kamu mengelak untuk jujur."

Aluna tersenyum jijik, tangannya terlipat di dada. "Kamu terlalu percaya diri kalau mengira aku begitu."

"Oh?" Rendra tersenyum miring. "Jadi bukan karena uang?"

Aluna tidak lagi menjawab.

Namun Rendra melangkah mendekati Aluna lagi. "Lucu sekali," lanjutnya. "Dulu kamu sok suci. Ingat? Bahkan ciuman aja kamu bilang harus setelah menikah."

Langkah Rendra semakin dekat. "Aku pikir kamu benar-benar berbeda dari wanita lain."

Spontan Aluna mundur selangkah.

"Ternyata kamu cuma menunggu pria yang lebih kaya." Rendra berhenti di depan Aluna dengan jarak yang terlalu dekat.

"Aku penasaran," ucap Rendra pelan. "Berapa harga yang Arjuna bayar untuk tidur denganmu?"

Tatapan Aluna berubah tajam. "Pergi dari ruangan ini!"

Rendra malah tertawa. "Gak! Sebelum aku memastikan sesuatu."

Rendra tiba-tiba mengangkat tangannya dan menyentuh ujung rambut Aluna kemudian turun ke dagu. Spontan Aluna menepis tangan Rendra.

"Jangan sentuh aku!"

Namun Rendra lebih cepat. Tangannya mencengkeram pergelangan tangan Aluna dan menariknya sedikit lebih dekat.

"Kenapa?" bisik Rendra sinis. "Bukankah kamu dulu tunanganku?"

Aluna berusaha melepaskan diri.

"Lepaskan!"

"Gak," jawab Rendra dengan suara rendah. "Aku cuma ingin membuktikan satu hal."

Tatapannya turun perlahan, memandang wajah Aluna dari dekat. Fokus Rendra pada bibir ranum Aluna saat ini.

"Cicip sedikit gak akan masalah, bukan?" Tangan Rendra yang satunya lagi bergerak mencoba menyentuh bibir Aluna.

Aluna menahan napas. Ketakutan mulai menjalar di dadanya.

"Kamu pikir menikah dengan Arjuna membuatmu berubah?" ejek Rendra. "Bagiku kamu tetap sama. Hanya gadis yang bisa di manfaatkan, begitu juga Arjuna akan melakukan hal yang sama padamu."

Kata-kata itu menyakiti perasaan Aluna.

"Dia mungkin tertarik padamu sekarang," lanjut Rendra. "Tapi pria seperti Arjuna akan bosan cepat atau lambat. Apalagi setelah kamu menjadi barang bekasku."

Aluna berusaha menarik tangannya lagi.

"Lepaskan aku!"

Rendra malah menariknya lebih kuat.

"Katakan aja yang sebenarnya," bisiknya dekat sekali. "Kamu menikahinya karena uang, kan?"

Aluna menatapnya dengan marah. "Kamu benar-benar menjijikkan."

Mata Rendra menyempit. "Oh ya?"

Tangannya bergerak naik ke bahu Aluna. "Kalau begitu kenapa kamu terlihat takut?"

Napas Aluna mulai tidak stabil. Ia terpojok di antara meja kerja dan tubuh Rendra.

"Dulu tubuhmu menolakku," lanjut Rendra dengan senyum kejam. "Aku ingin liat apakah sekarang masih sama."

Tangan Rendra mencoba menarik Aluna lebih dekat.

Namun tiba-tiba.

Brak!

Pintu terbuka dengan suara keras. Arjuna mendobrak paksa pintu itu.

Rendra menoleh. Arjuna berdiri di depan pintu. Tatapannya langsung tertuju pada Rendra yang mencengkram lengan Aluna.

"Lepaskan tanganmu!"

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Sang Kakak Buat Aku Tergila    Bab 72

    Dengan langkah terburu-buru Arjuna memasuki kantor."Pak," Dina membuka laporan, "kami akhirnya menemukan pelaku."Arjuna mengangkat kepala. "Di mana?""Rumah sakit lama. Sudah tutup. Tapi ada satu staf lama yang masih hidup."Arjuna berdiri. "Aku mau ketemu dia."Tidak membuang waktu lagi, Arjuna mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi. Dina dan yang lainnya mengikuti dengan mobil lain.Sesampainya di sana seorang wanita paruh baya berdiri dengan tubuh gemetar saat melihat kedatangan Arjuna."Mau apa kalian kemari?""Saya bisa pakai cara kejam. Tapi jika ibu mau bekerjasama. Saya juga bisa memudahkannya.""Saya tidak tahu maksud kalian apa.""Ayana Laurent Darmawan, istri Prasetya."Tubuh wanita paruh baya itu semakin gemeter."Ti-tidak. Saya tidak kenal mereka.""Baik," senyum tipis dari bibir Arjuna keluar. "Bawa dia ke kantor polisi. Kita selesaikan di sana.""JANGAN!" Wanita paruh bayi itu berlutut. "Saya tidak mau terlibat lagi," katanya takut.Arjuna menatapnya tenang. "In

  • Sang Kakak Buat Aku Tergila    Bab 71

    Dengan langkah terburu-buru Arjuna memasuki kantor."Pak," Dina membuka laporan, "kami akhirnya menemukan pelaku."Arjuna mengangkat kepala. "Di mana?""Rumah sakit lama. Sudah tutup. Tapi ada satu staf lama yang masih hidup."Arjuna berdiri. "Aku mau ketemu dia."Tidak membuang waktu lagi, Arjuna mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi. Dina dan yang lainnya mengikuti dengan mobil lain.Sesampainya di sana seorang wanita paruh baya berdiri dengan tubuh gemetar saat melihat kedatangan Arjuna."Mau apa kalian kemari?""Saya bisa pakai cara kejam. Tapi jika ibu mau bekerjasama. Saya juga bisa memudahkannya.""Saya tidak tahu maksud kalian apa.""Ayana Laurent Darmawan, istri Prasetya."Tubuh wanita paruh baya itu semakin gemeter."Ti-tidak. Saya tidak kenal mereka.""Baik," senyum tipis dari bibir Arjuna keluar. "Bawa dia ke kantor polisi. Kita selesaikan di sana.""JANGAN!" Wanita paruh bayi itu berlutut. "Saya tidak mau terlibat lagi," katanya takut.Arjuna menatapnya tenang. "In

  • Sang Kakak Buat Aku Tergila    Bab 70

    "Aluna!"Suara Ratih pecah memenuhi ruangan.Tubuh Aluna limbung sebelum akhirnya benar-benar jatuh. Beruntung Ratih sigap menahannya."Mas, gimana ini," panggilnya panik.Darmawan langsung bangkit dari kursinya, tongkatnya terjatuh begitu saja di lantai."Baringkan dia!"Mereka berdua dengan cepat memindahkan Aluna ke sofa. Wajah Aluna pucat dengan tangan dingin."Air! Ambil air!" perintah Darmawan tegas, tapi ada getar di suaranya.Ratih bergegas mengambil air, tangannya gemetar."Aluna… Nak… bangun…" bisiknya pelan sambil menepuk pipi cucunya.Tidak ada respon. Ponsel Aluna masih berdering di meja. Nama Arjuna terus menyala di layar.Di kantor Arjuna berdiri membeku dengan ponsel di telinga. Perasaan tidak enak langsung menghantam."Angkat, Aluna," gumamnya pelan.Ia mencoba lagi menghubungi Aluna tapi tetap tidak ada jawaban. Wajahnya langsung berubah."Dina!" panggilnya keras.Dina yang berada tidak jauh langsung masuk."Pak?""Hubungi tim pengawal. Sekarang. Tanya posisi istri s

  • Sang Kakak Buat Aku Tergila    Bab 69

    Sepanjang malam Arjuna hanya memperhatikan wajah sang istri. Ada kilatan bahagia dan sekaligus cemas. "Kalian duniaku saat ini. Aku pasti akan menjaga kalian segenap jiwaku."Pagi datang terlalu cepat. Cahaya matahari menembus tirai tipis kamar, jatuh tepat di wajah Aluna. Matanya perlahan terbuka. Untuk beberapa detik Aluna terus memandangi wajah sang suami. Senyum kecil dan rasa lega menyelimuti hatinya.Perlahan tangan Aluna menyentuh pelan hidung Arjuna sambil memberikan kecupan sesaat di sana.Seketika bayi dalam perut Aluna bergerak. Aluna segera mengelus pelan perutnya sambil tersenyum."Pagi Sayang." Tiba-tiba suara serak Arjuna menyapa."Apa dia bergerak?"Aluna mengangguk. Kecupan lembut jatuh di kening Aluna di tambah dengan senyuman lembut."Aww," teriak Aluna sambil mengelus perutnya."Sakit?""Gak, cuma tendangan kali ini lebih keras aja. Mungkin karena udah hampir akhir trimester dua."Kali ini Arjuna yang mengelus perut Aluna dengan bisikan lembutnya."Halo jagoan Pa

  • Sang Kakak Buat Aku Tergila    Bab 68

    Malam semakin larut saat mobil mereka akhirnya memasuki area penthouse.Lampu-lampu kota terlihat seperti bintang yang jatuh ke bumi. Indah tapi tidak cukup untuk mengalihkan pikiran Aluna yang masih penuh.Begitu pintu terbuka Aluna langsung berjalan masuk tanpa banyak bicara.Arjuna memperhatikannya. Dia tahu istrinya sedang berusaha menerima semuanya.Di dalam kamar Aluna baru saja selesai membersihkan diri, kini ia sedang duduk di tepi ranjang dalam diam. Tangannya kembali mengusap perutnya, lebih lama dari biasanya.Arjuna mendekat perlahan."Hidupku aneh ya," ucapnya seperti bisikan pada dirinya sendiri."Masih kepikiran?" Aluna mengangguk. "Aku gak tahu harus bereaksi seperti apa sekarang."Arjuna duduk di depannya. "Aku ada disini." Tangannya menggenggam erat tangan Aluna.Aluna menatapnya. "Semua berubah dalam satu hari. Kenyataan itu bikin aku merasa bingung. Harus sedih atau justru bahagia."Arjuna mendengarkan semuanya."Aku punya kakek nenek, punya masa lalu yang aku gak

  • Sang Kakak Buat Aku Tergila    Bab 67

    Suasana dalam ruangan berubah, dari yang tegang sejak pertama masuk kini berubah. Namun Arjuna belum sepenuhnya yakin dengan semuanya karena terlalu mendadak dan begitu rapi. Sementara Aluna masih menatap foto di tangannya. Jari-jarinya bergetar saat menyentuh wajah kecil di gambar itu. "Kenapa aku gak pernah tahu?" tanya Aluna pelan. Suaranya seperti bisikan. Mereka mendekat pada Aluna. Perlahan tangan yang keriput itu menyapu lembut air mata Aluna. "Maafkan kami." "Kalian?" Aluna tidak tahu harus memulai dari mana. "Kita belum berkenalan dengan baik Aluna," kata pria tua itu. "Iya Aluna. Maafkan Kakekmu yang sedikit jahat. Harusnya kami memperkenalkan diri kami dengan baik. Bukan seperti saat kamu pertama datang kemari." Keduanya tersenyum. "Saya Darmawan dan istriku Ratih Darmawan. Kami kakek nenekmu dari pihak ibumu." "Mama?! Tapi?" Ratih menggenggam tangan Aluna dengan lembut. "Kami gak pernah benar-benar pergi dari hidup kamu Aluna," katanya pelan. "Kami

  • Sang Kakak Buat Aku Tergila    Bab 4

    Gedung Mahendra Group menjulang 50 lantai di kawasan SCBD. Kaca hitam berkilau di bawah sinar matahari pagi. Logo "MG" raksasa di bagian atas gedung terlihat dari kejauhan.Rolls Royce hitam Arjuna berhenti di pintu masuk VIP. Staf parkir langsung datang membukakan pintu.Arjuna turun pertama, lalu

  • Sang Kakak Buat Aku Tergila    Bab 3

    Di tempat yang berbeda, Rendra Mahendra duduk di sofa apartemennya menopang kepala dengan kedua tangannya.Kiara duduk di sampingnya, wajahnya pucat. Dia sudah mencoba menenangkan Rendra sejak tadi, tapi tidak berhasil."Ren, ini belum selesai. Kita masih bisa perbaiki.""DIAM!" Rendra berteriak, m

  • Sang Kakak Buat Aku Tergila    Bab 2

    "Apa?" Aluna kaget."Nikahi aku. Sekarang.""Kakak gila!" Aluna mundur selangkah. "Ini pernikahan adik Kakak sendiri!""Rendra bukan prioritasku." Suara Arjuna dingin.Arjuna melangkah mendekat. Aura mengintimidasi membuat Aluna tidak bisa bergerak."Wali, saksi, penghulu sudah siap. Aku sudah urus

  • Sang Kakak Buat Aku Tergila    Bab 1

    Jerit ranjang bersuara. Sepasang anak manusia tengah bergelut dengan pertarungan hebat di atas ranjang. Peluh keringat membanjiri keduanya, Rendra dan Kiara.Padahal hari ini adalah hari pernikahan Rendra dan Aluna. Tapi Rendra justru tidur dengan Kiara di sebuah hotel.Tanpa mereka sadari, semua k

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status