Setelah mengalami cobaan bertubi-tubi, mulai dari diselingkuhi suaminya, dipaksa menandatangani surat cerai, dituduh mandul, sampai akhirnya pingsan di tengah Gala Charity Night, Nayla sebenarnya masih butuh istirahat. Tubuhnya belum sepenuhnya pulih. Namun pagi ini, ia tetap memaksakan diri untuk datang ke florist kecilnya. Pintu kaca bertuliskan Nayla Bloom dibuka pelan. Aroma bunga segar langsung menyambutnya. Bunga pony, mawar, tulip, dan sedikit wangi daun eucalyptus yang khas, membuat pikirannya sedikit lebih fresh. Nayla menarik napas dalam. Ia tersenyum sambil mengedarkan pandangan ke seluruh penjuru ruangan. “Tempat ini selalu berhasil membuat hati aku lebih tenang,” gumamnya lirih, pada dirinya sendiri. Ia mengikat rambutnya, mengenakan apron kerja, lalu kembali berkutat dengan rangkaian bunga seperti biasa. Nayla mulai memotong batang, merapikan daun, mengganti air vas, dan membungkus pesanan pelanggan. Meski tubuhnya masih sedikit lemah, tapi tangannya tetap terampil
Read more