"Nenek tidak usah sampai merusak kesehatan Nenek hanya demi masalah ini."Maya mengusap lembut jemari kaku Nenek Moren. Raut wajahnya dipasang seanggun mungkin, memancarkan rasa iba dan kepedulian yang dibuat-buat.Nenek Moren menepuk dada dengan telapak tangannya yang gemetar. Napasnya memburu keras. "Hamilton selalu saja berhasil dikelabui oleh dua wanita kakak beradik itu!""Nenek, tenanglah dulu," bisik Maya halus."Bagaimana aku bisa tenang?" potong Moren dengan nada sarat kebencian. "Kenapa dulu orang tua Caleb mengizinkan anak itu bergaul dengan keluarga rendahan seperti mereka? Lihat sekarang, Caleb benar-benar kena sihir mereka!"Moren berpaling, menatap Maya dengan binar mata yang melunak. Tangan tuanya terulur mengusap punggung tangan Maya pelan."Kau wanita yang sangat sabar, Maya," gumam Moren, suaranya melemah. "Wanita terpelajar dan berkelas sepertimu yang sebenarnya dibutuhkan keluarga Hamilton."Maya menundukkan kepala, memamerkan senyum tipis yang sengaja dibu
Read more