"Kau pikir pura-pura tidur bisa menghapus fakta bahwa kau bergetar saat kusentuh?"Bisikan tajam Caleb menghantam tengkuk Aurelia, meruntuhkan seluruh pertahanan yang baru saja coba dibangunnya. Aurelia membuka mata lebar-lebar di balik kegelapan. Ia tidak bergerak sedikit pun, membiarkan tubuhnya tetap membelakangi pria itu."Tidur, Caleb," tegur Aurelia dingin, suaranya berusaha dipacu agar tidak gemetar. Kenyataannya, sentuhan pria itu- sekecil apa pun, selalu berhasil membuat tubuhnya bereaksi. Caleb justru mengikis jarak, merebahkan tubuhnya melintang tepat di samping Aurelia. Lengan kokohnya melingkar mantap di pinggang wanita itu, menarik punggung ramping Aurelia hingga menempel erat pada dada bidangnya.Aurelia bergerak gelisah, berusaha melepas ikatan tangan itu. "Lepaskan.""Bicara padaku tanpa bersembunyi," perintah Caleb datar. Ibu jarinya merayap naik, mengusap pinggang Aurelia di balik gaunnya yang longgar. "Apa kau sungguh akan menerima bantuan pria itu untuk kau
Read more