Sudut Pandang Erin.Aku mengangguk, masih hampir tak bisa bicara, tapi aku memaksakan satu kata keluar. “Kak .…”Wajah Terano pucat pasi saat melihatku yang pasti tampak mengerikan.Surya, si idiot itu, benar-benar salah memahami situasi. “Bos, ini gadis yang kuceritakan tadi. Bukankah dia luar biasa? Aku nggak tahu kalau kalian berdua sudah saling kenal .…”Terano tidak menjawab, dia masih terus memegangku dengan tangan gemetar.Ketika Terano akhirnya mendongak, aku melihatnya di sorot mata kakakku. Surya dan Marko akan segera mengerti apa itu rasa takut yang sesungguhnya.Terano meremas tanganku sebentar, lalu berdiri dan berbalik menghadap ruangan.Surya terus tersenyum, tak mengerti apa-apa. “Bos, jangan marah. Dia berbohong padaku, dia bilang kalau dia adikmu. Gila, kan? Aku belum pernah mendengar kau punya adik. Jadi, kupikir dia mempermainkan kita. Aku hanya memberinya sedikit pelajaran ... untukmu.”Suara Terano merendah, sedingin es. “Apa yang kau lakukan padanya?”“Hanya sedi
Baca selengkapnya