เข้าสู่ระบบSudut Pandang Erin.Marko melanjutkan dengan tergesa-gesa, “Setelah kakakmu memberitahuku, aku baru tahu kalau Surya sengaja membuat orang kehilangan uang, lalu mengenakan bunga yang sangat tinggi. Aku benar-benar nggak tahu semua itu ....”Aku tertawa pelan dan memotongnya, “Berhenti berbohong, Marko. Aku nggak sepenuhnya pingsan waktu di mobilmu dan sudah mendengar semuanya.”Wajahnya pucat. “Kau bisa menyalahkan Surya atas utangmu,” lanjutku dengan tenang. “Tapi dia nggak mengantarku ke kasino, dan bukan dia yang menyerahkanku. Kaulah yang melakukan itu. Kau bukan korban, kau itu kaki tangan.”Marko pun menangis. “Nggak … bukan seperti itu .…”“Dan semua yang kau katakan,” lanjutku. “Tentang bagaimana berkencan denganku membuatmu terlihat keren dan bahwa kau sebenarnya nggak pernah menyukaiku.”“Itu hanya omong kosong!” serunya. “Aku mencintaimu, Erin. Aku bahkan berencana untuk menjagamu setelah ... setelah semuanya dan menikahimu.”“Iya, kau mencintaiku sampai meninggalkan memar d
Sudut Pandang Erin.Terano melepaskan pelukannya, matanya sedikit berkaca-kaca.“Aku sudah lama ingin memberitahumu ini,” katanya. “Terkadang, terlalu lembut pada orang lain justru membuatmu kehilangan sebagian dari dirimu sendiri.”“Aku mengerti sekarang. Tapi jangan khawatir, aku baik-baik saja.”Setelah itu, percakapan beralih ke hal-hal yang lebih ringan. Terano membahas apa yang mungkin ingin kulakukan setelah pulih sepenuhnya.Aku tahu dia masih khawatir aku akan kembali ke Bostana sendirian, tetapi aku juga belum siap untuk melepaskan mimpiku menjadi pianis. Itu juga mimpi Papa, terlebih lagi dialah yang pertama kali menuntun tanganku menyentuh tuts-tuts piano itu ketika aku masih kecil.Aku berkata lembut, “Kak, aku tahu kau khawatir, tapi aku tetap harus pergi karena aku nggak bisa menyerah pada mimpi ini.”“Aku tahu,” katanya sambil tersenyum kecil. “Itulah mengapa aku sudah menelepon beberapa tempat, termasuk salah satu sekolah musik terbaik di Jalasia.” Dia berhenti sejena
Sudut Pandang Erin.Tatapan Terano tidak goyah, dia menatap lurus ke dalam mataku, dan setelah beberapa saat, dia berbalik dan memberiku segelas air. “Apa yang ingin kau lakukan dengan bajingan-bajingan itu? Aku belum membuat keputusan akhir, kupikir kau mungkin ingin ikut menentukan.”Hanya mendengar nama Marko dan Surya saja, sudah membuat darahku mendidih. Aku melirik pergelangan kakiku yang dibalut perban, dan memar-memar yang muncul di telapak tanganku.“Marko berutang uang ke kasino?” tanyaku.Terano mengangguk. “Iya.”“Hanya tiga ratus dua puluh juta .…” Aku tertawa getir sambil menggerakkan jari-jariku yang masih nyeri. “Mengingat apa yang dia lakukan padaku, anggap saja jadi satu koma enam miliar sekarang.”“Hanya satu miliar saja, aku tadinya berpikir lebih dari itu.” Terano mengangkat alisnya.“Bahkan angka segitu pun sudah murah hati,” kataku dengan suara datar. “Dengan pekerjaan yang dia miliki, dia bahkan nggak akan mampu membayar bunganya.”Aku tersenyum tipis. “Bukannya
Sudut Pandang Erin.Surya tahu, apa pun yang menunggunya akan lebih buruk. Jadi, alih-alih memohon kepada Terano, dia merangkak ke arahku.Terano menangkap lengannya dan melemparkannya kembali. “Jangan berani-beraninya kau mendekati adikku.”Surya menjadi pucat pasi dan menatapku seperti melihat hantu. “Ku ... mohon, Bos … kau nggak pernah bilang kalau kau punya adik perempuan. Dan dia baru berusia dua puluh tahun ....”Terano menendangnya keras di perut. “Jadi, sekarang aku harus menjelaskan keluargaku padamu?”“Nggak ... bukan begitu. Tentu saja nggak ....”Terano lalu menoleh kepadaku. “Apa yang dia lakukan padamu, Erin?”“Bukan hanya wiski dan tamparan, dia juga memukulku dengan ikat pinggang.”Tangan Terano mengepal di kerah baju Surya. “Aku saja nggak tahan melihat adikku disentuh, tapi kau berani memukulnya?”“Bos, aku nggak tahu!” Surya terisak. “Aku hanya mengikuti protokol untuk melindungimu ....”Terano tersenyum dingin. Dia mengambil ikat pinggang dari anak buahnya dan bert
Sudut Pandang Erin.Aku mengangguk, masih hampir tak bisa bicara, tapi aku memaksakan satu kata keluar. “Kak .…”Wajah Terano pucat pasi saat melihatku yang pasti tampak mengerikan.Surya, si idiot itu, benar-benar salah memahami situasi. “Bos, ini gadis yang kuceritakan tadi. Bukankah dia luar biasa? Aku nggak tahu kalau kalian berdua sudah saling kenal .…”Terano tidak menjawab, dia masih terus memegangku dengan tangan gemetar.Ketika Terano akhirnya mendongak, aku melihatnya di sorot mata kakakku. Surya dan Marko akan segera mengerti apa itu rasa takut yang sesungguhnya.Terano meremas tanganku sebentar, lalu berdiri dan berbalik menghadap ruangan.Surya terus tersenyum, tak mengerti apa-apa. “Bos, jangan marah. Dia berbohong padaku, dia bilang kalau dia adikmu. Gila, kan? Aku belum pernah mendengar kau punya adik. Jadi, kupikir dia mempermainkan kita. Aku hanya memberinya sedikit pelajaran ... untukmu.”Suara Terano merendah, sedingin es. “Apa yang kau lakukan padanya?”“Hanya sedi
Sudut Pandang Erin.Surya mengulurkan tangan dan seseorang memberinya ikat pinggang, lalu menghantamkan ikat pinggang itu di lenganku. Rasa sakit langsung terasa di balik mataku.“Kau tahu berapa banyak gadis yang datang ke sini setiap hari,” katanya dengan tenang. “Semua mengaku punya hubungan dengan Bosku.”Ikat pinggang itu kembali menghantamku.“Dan apa kau tahu berapa banyak dari mereka yang sudah kulempar keluar dari kasino ini?” Dia tersenyum. “Dalam keadaan mati.”Satu hantaman lagi .… Dan, lagi.Akhirnya, setelah Surya merasa puas, dia melempar ikat pinggang itu ke samping dan mengambil sebotol wiski. “Aku nggak ingin terlalu merusakmu sebelum Bos melihat. Jadi, ayo kita minum saja. Mungkin bisa memperbaiki suasana hatimu.”“Nggak ....”Dia memaksa botol itu ke bibirku dan wiski langsung membakar tenggorokanku hingga membuatku tersedak.“Kalau kau melakukan hal seperti itu di depan Bosku nanti ....” katanya pelan. “Aku akan membuatmu menyesal pernah dilahirkan. Kau dengar? Kau
Sudut Pandang Erin.Dia mencondongkan tubuh, napasnya terasa hangat di pipiku. “Sejak hari pertama, aku sudah berencana menggunakan wajah cantikmu ini untuk mendapatkan keuntungan buat diriku sendiri.”“Awalnya, itu karena penampilanmu dan cara laki-laki lain menatapmu, bertanya-tanya bagaimana pria
Sudut Pandang Erin.Pacarku mencoba menjualku untuk membayar utangnya, masalahnya adalah bos mafia yang dia pilih itu ternyata kakakku sendiri. Dan si idiot itu tidak tahu betapa protektifnya kakakku itu … atau betapa brutalnya dia terhadap siapa pun yang berani menyakiti keluarganya.Apa pun yang a







