Malam terasa sunyi di sekitar markas lama yang tersembunyi di kaki bukit berbatu.Aaron menjadi orang pertama yang turun dari kendaraan. Sepasang mata emasnya langsung menyapu area sekitar dengan tajam.Di belakangnya, Aldrick, Lucien, dan belasan pemburu elit segera bergerak mengambil posisi. Sebagian mengawasi jalur masuk, sebagian lainnya memperluas area pencarian sambil mengandalkan penciuman dan insting serigala mereka.Langkah kaki mereka seringan bulu, nyaris tak terdengar di atas permukaan tanah yang berbatu.Namun baru beberapa langkah berjalan, Aaron mendadak berhenti. Tubuhnya menegang.Ada sesuatu yang salah.Rahangnya mengeras perlahan. Semakin lama ia berdiri di sana, semakin kuat rasa tidak nyaman yang mencengkeram dadanya.Terlalu sepi.Tidak ada penjaga, tidak ada patroli keliling, tidak ada suara percakapan, bahkan tidak ada tanda-tanda aktivitas yang seharusnya masih tersisa di markas sebesar ini.Angin malam berembus melewati bangunan tua itu, membawa aroma debu, t
Read more