Sinar matahari pagi menyusup malu-malu melalui celah dinding kayu rumah Maya, membawa aroma tanah basah dan pucuk teh yang menyegarkan.Di dalam dapur, suasana terasa hangat dan penuh energi. Suara denting sudip yang beradu dengan wajan menjadi melodi pembuka hari, diiringi aroma nasi goreng kampung yang menggugah selera.Leo duduk dengan tenang di meja makan kayu, memandangi dua wanita yang kini sibuk berebut perhatiannya. Maya, dengan daster batiknya yang memperlihatkan lekuk lehernya yang jenjang, sedang menuangkan kopi hitam pekat ke cangkir Leo."Kopinya, Dokter. Gulanya hanya sedikit, persis seperti yang Dokter suka," ucap Maya dengan senyum manis yang membuat matanya menyipit ayu.Belum sempat Leo menyentuh cangkir itu, Sekar melangkah mendekat sambil membawa piring berisi telur mata sapi yang digoreng sangat rapi."Makanlah yang banyak, Dokter. Hari ini jadwalnya padat di gudang, Dokter butuh tenaga ekstra," sahut Sekar, sengaja menyenggol pelan bahu Maya saat meletakkan pirin
最後更新 : 2026-04-28 閱讀更多