Bab 58: Negosiasi Berdarah DinginPintu kayu berderit kasar, lalu tertutup rapat dengan bunyi klik yang menggema tajam. Di luar ruang belakang balai desa, Juragan Darmo masih berlutut di tanah berlumpur, menyeka keringat dingin yang terus membanjiri dahi buncitnya."Lakukan dengan benar, Ratna. Rayu dia sampai gila. Masa depan kita bergantung pada tubuhmu," gumam Darmo parau, menipu harga dirinya sendiri demi selembar kontrak penyelamat nyawa.Sementara itu, di dalam ruangan yang hanya diterangi cahaya remang menembus jendela nako, atmosfer yang sangat berbeda tengah terjadi. Tidak ada rayuan murahan yang langsung diterima dengan tangan terbuka.Leo melangkah santai menuju meja kayu jati peninggalan mantan Kades Tirto. Pria itu menghempaskan tubuh besarnya ke kursi kulit, menyilangkan kaki dengan dominasi absolut."Berdirilah di situ, Nona. Jangan mendekat sebelum kuperintahkan," titah Leo dingin, suaranya menghentikan langkah Ratna yang baru saja berniat menempelkan tubuhnya.Ratna t
最後更新 : 2026-05-08 閱讀更多