/ Male Adult / Rayuan Desa Wanita / Kedatangan Bidan Ayu

공유

Kedatangan Bidan Ayu

작가: Falisha Ashia
last update 게시일: 2026-04-26 13:01:23

Semburat biru keabu-abuan di ufuk timur perlahan berganti menjadi jingga keemasan. Ratih telah menyelinap pergi menembus kabut pagi, tepat sebelum ayam jantan pertama berkokok bersahutan.

Sesuai dengan janjinya pada istri muda tersebut, Leo menyambut pagi ini dengan secangkir kopi hitam dan ketenangan absolut, menanti pertunjukan yang akan disajikan oleh sang Kepala Desa.

‘Tirto pikir membawa petugas kecamatan akan membuatku gemetar,' batin Leo sambil menyesap kopinya di teras depan. ‘Dia gak t
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Rayuan Desa Wanita   Pembuluh Darah yang Robek

    Suara hantaman parang jagal pada pintu baja kabin pembeku berhenti sejenak menyisakan dengung mesin pendingin.​Leo perlahan melepaskan pelukannya dari tubuh Renata yang masih bergetar menahan suhu beku.​"Bongkar engsel pintu ini pakai mesin pemotong baja!" perintah Tono dari luar kabin dengan nada tinggi.​Renata mengatur napasnya meredam sisa lonjakan hormon endorfin. Keringat dingin bercampur embun es membuat seragam koki putihnya menempel ketat di kulit wanita itu.​"Tunggu di sudut ini sampai aku membereskan tengkulak itu," instruksi Leo menatap lurus ke arah pintu baja.​"Mereka membawa parang tajam dan jumlahnya sangat banyak, Dokter," peringat Renata menelan ludah menahan sisa rasa kebas di bibirnya.​"Senjata tajam tidak akan berguna di tangan orang yang salah," balas Leo dengan intonasi sangat datar.​Pria itu memutar tubuhnya dan mengangkat kaki kanannya mengambil ancang-ancang.​Ujung sepatu pantofel sang dokter mendarat telak pada panel kunci mekanik pintu baja dari arah

  • Rayuan Desa Wanita   Kabin Pembeku Daging

    Suara pisau jagal yang menghantam telenan kayu memecah keheningan rumah pemotongan hewan pada waktu subuh. Bau darah mentah bercampur bahan kimia pengawet mendominasi udara di area pabrik yang luas tersebut.​Leo melangkah melewati pintu gulung baja yang setengah terbuka tanpa menimbulkan suara pada sepatu pantofelnya. Pria itu menyusup masuk menelusuri lorong yang diapit oleh kait-kait besi pemotong daging.​Renata berlutut di tengah area pemotongan dengan kedua tangan terikat ke belakang. Koki kepala itu masih mengenakan seragam putihnya yang kini kotor oleh noda darah dan lendir lantai pabrik.​Tiga algojo bertubuh kekar mengelilingi Renata sambil memegang parang jagal berukuran besar.​"Serahkan ponsel yang kau gunakan untuk merekam kegiatan kami atau jari-jarimu akan putus!" ancam algojo pertama menarik rambut Renata secara kasar.​"Aktivitas oplosan formalin kalian akan segera diketahui dinas kesehatan kota," tolak Renata menahan rasa sakit di kulit kepalanya dengan gigi gemeret

  • Rayuan Desa Wanita   Daging Busuk di Dapur Sentral

    Suara debuk keras terdengar saat potongan daging sapi seberat lima kilogram menghantam meja ubin baja antikarat.​Cairan berwarna merah kehitaman menetes dari serat daging tersebut menodai permukaan meja kerja yang steril.​Aroma bahan kimia formalin seketika mengalahkan bau kaldu sapi dari panci rebusan di dapur sentral Puskesmas Elite pada pagi hari.​Persiapan pembukaan bangsal rawat inap menuntut standar kebersihan pangan yang sangat tinggi untuk asupan gizi para pasien. Dapur sentral ini merupakan jantung utama pemulihan fisik melalui asupan nutrisi berkualitas.​Renata menusukkan garpu panjang ke bagian tengah potongan daging itu dan menariknya paksa.Koki kepala wanita berseragam putih itu menutup hidungnya menahan bau busuk yang menyengat saraf penciumannya.​Serat daging itu terlepas dengan sangat mudah menandakan proses pembusukan yang sudah terjadi berhari-hari.​"Daging ini sudah membusuk sejak tiga hari lalu dan kalian merendamnya dengan pengawet mayat," tegur Renata mele

  • Rayuan Desa Wanita   Koma Diabetik Sang Mafia

    Suara derap sepatu bot preman menjauh dari area dinding belakang tungku.Suhu panas menyengat dari balik lapisan baja mesin peleburan itu mendominasi celah sempit tempat mereka bersembunyi.​Leo perlahan menarik tangannya dari area ulu hati Tania mengakhiri manipulasi saraf tersebut.Pria itu memegang kedua bahu sang arsitek untuk menstabilkan postur tubuhnya yang masih lemas.​Tania mengatur napasnya yang memburu menahan sisa-sisa lonjakan hormon endorfin. Keringat membasahi dahi dan leher wanita itu menembus kerah kemeja flanelnya.​"Tetap di sini sampai aku membuka jalur keluar," instruksi Leo melepaskan pelukan sang arsitek.​Leo membalikkan badannya menghadap celah lorong yang terhalang tumpukan drum oli kosong. Kaki kanannya terangkat mendaratkan tendangan keras pada barisan drum logam tersebut.​Drum-drum kosong itu terlempar ke depan menabrak dua algojo patroli hingga mereka terjungkal ke lantai beton.​Suara benturan logam memancing perhatian seluruh preman di area gudang pe

  • Rayuan Desa Wanita   Tungku Peleburan Panas

    Suara desis mesin pendingin beradu dengan deru api dari dalam gudang peleburan baja utama distrik di tengah malam. Asap kelabu pekat membumbung dari cerobong asap raksasa menyamarkan langit gelap.​Leo memotong pagar kawat berduri di bagian belakang pabrik menggunakan tang baja kecil.Pria itu menyelinap masuk menembus area tumpukan besi tua tanpa memicu sensor gerak yang terpasang di dinding.​Di sudut ruang administrasi yang berantakan, Tania duduk terikat di kursi besi dengan kedua tangan di belakang punggung.​Arsitek interior itu masih mengenakan kemeja flanelnya yang kini kotor oleh debu karbon. Wajahnya menunduk menahan rasa sakit dari tamparan siang tadi yang masih menyisakan memar kemerahan.​Dua penjaga berbadan besar berdiri di depan Tania memegang alat pemotong logam bertenaga listrik.​"Tandatangani laporan kelayakan material ini atau jari manismu akan terpotong malam ini juga," ancam penjaga pertama menghidupkan mesin pemotong itu hingga mendesing tajam.​"Baja rongsokan

  • Rayuan Desa Wanita   Rangka Baja yang Berkarat

    Suara derit rantai derek pengangkut logam menggema di pelataran proyek Rumah Sakit Terpadu pada pertengahan hari.Sebuah truk tronton bermuatan penuh menumpahkan material konstruksi ke atas tanah berdebu.Papan besi penyangga bak truk itu terbuka mengeluarkan bunyi dentuman keras yang menggetarkan telinga para pekerja bangunan di sekitarnya.​Tiang pancang beton telah berdiri kokoh menopang fondasi dasar bangunan fasilitas kesehatan Leo. Proyek itu mulai memasuki tahap kritis pengerjaan struktur rangka utama. Konstruksi lantai dua kini membutuhkan pasokan baja struktural anti-gempa berskala besar.​Kebutuhan material logam tersebut sangat diperlukan untuk menahan beban bangunan gedung bertingkat agar sesuai standar keamanan nasional.​Namun, tumpukan material yang baru saja turun dari bak truk justru menampilkan warna cokelat kemerahan.Puluhan batang baja penyangga itu berkarat parah dan menunjukkan tanda-tanda korosi tingkat tinggi. Permukaan logamnya mengelupas memamerkan tekstur k

  • Rayuan Desa Wanita   Satu Kasur Bertiga

    Kamar berukuran tiga kali tiga meter itu terasa sangat sempit dan sunyi. Sinar temaram dari lampu teplok di sudut ruangan menyorot tubuh tiga orang yang berbaring sejajar di atas ranjang kayu tua. Kasur itu sebenarnya hanya muat untuk dua orang, tetapi malam ini, tubuh tegap Leonardo Xaverius ter

  • Rayuan Desa Wanita   Sentuhan Sang Dokter

    Leonardo masih terpaku memandangi lekuk tubuh Maya, berusaha keras menyembunyikan kilat gairah di matanya di balik ekspresi wajah yang tenang.Otaknya yang sedang merangkai imajinasi liar tiba-tiba terhenti saat suara Kania memecah lamunan."Ibu!" Kania setengah berlari menghampiri ibunya yang masi

  • Rayuan Desa Wanita   Anak dan Ibu Sama-sama Menggoda

    Senyuman nakal di bibir Leonardo Xaverius belum sempat memudar saat Kania akhirnya tersadar dari rasa syoknya. Gadis desa itu tiba-tiba menunduk, dan matanya membelalak panik melihat ikatan kemben batiknya yang merosot tajam, mengekspos belahan dadanya yang putih dan penuh di bawah cahaya remang bu

  • Rayuan Desa Wanita   Terjebak Di Desa

    Sebuah motor klasik hitam yang nilainya di pasar barang antik mencapai ratusan juta, membelah jalanan tanah berbatu. Debu tebal mengepul liar di belakangnya, menutupi pandangan.Namun tiba-tiba saja, motor yang dikendarai oleh pria tampan bernama Leonardo Xaverius itu mogok."Sial! Kenapa harus mog

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status