Lampu teplok di ruang tengah rumah Maya telah padam, menyisakan kegelapan yang pekat. Namun, alih-alih langsung membiarkan pesta ranjang itu meledak, Leo justru berdiri perlahan dari dipan rotan dan mulai merapikan kemeja linennya."Kalian bertiga, siapkan diri kalian di kamar utama," perintah Leo dengan suara bariton yang berat, membelah keheningan malam. Ia menatap Maya, Sekar, dan Ayu secara bergantian. "Dan kau, Ratih. Pakai mantel tebalmu. Kita berdua punya urusan penting di luar sekarang.""Urusan di luar pada jam segini, Tuan? Udara di luar sedang sangat membekukan tulang," goda Ratih dengan nada manja. Meskipun begitu, tangannya bergerak patuh meraih mantel wol dari gantungan kayu."Kita akan menjenguk mantan suamimu di sel tahanannya," seringai Leo tajam menembus remang ruangan. "Aku sudah berjanji akan memberinya mimpi buruk yang sesungguhnya malam ini."Ratih tersenyum penuh arti. Mengerti sepenuhnya niat kelam tuannya, ia merapatkan mantel itu menutupi gaun tidur sutra tip
最後更新 : 2026-05-03 閱讀更多