Pintu kayu gudang berderit terbuka, menampilkan sosok Leonardo Xaverius yang melangkah keluar dengan rahang mengeras. Hujan rintik di luar telah berhenti, menyisakan kabut dingin dan jalanan tanah yang becek.Di kejauhan, kepulan asap dari obor Suroto terlihat menembus kegelapan, diiringi teriakan mabuk pria itu yang membelah keheningan desa.Maya berdiri gemetar di teras belakang. "Dokter... dia bawa golok. Kita harus lari atau lapor kepala desa!""Masuk ke dalam, kunci pintunya, dan jangan keluar sampai aku kembali," perintah Leo mutlak. Suaranya tidak tinggi, namun mengandung tekanan absolut yang membuat lutut Maya lemas.Tanpa menoleh lagi, Leo berjalan santai menuju halaman depan. Di sana, Suroto sedang mengayunkan goloknya secara membabi buta, menebas pagar tanaman rumah Maya sambil berteriak memanggil nama Sekar.Warga desa mulai mengintip dari balik jendela rumah mereka, tak ada yang berani melerai pria gila itu.Begitu melihat Leo muncul dengan wajah sedingin es, amarah Surot
最後更新 : 2026-04-19 閱讀更多