“Pagi, Dek.” Dafii tersenyum pada Andini.“Pagi, Aa. Gimana tidurnya malan ini? Nyenyak gak?” sapa Andini yang melihat Daffi menyusul ke meja makan bersama Sisi.“Biasa aja, kami sama sama capek sema’an Quran. Jadi ya nyenak aja,” sahut Sisi.“Ups,” kekeh Andini.Ratmi ikut terkekeh, daya tangkap mereka ke arah yang lebih jauh. Padahal semalam Sisi benar bear tidur karena kelelahan, pun dengan Daffi.“Sarapan apa, Dek?” tanya Daffi mengalihkan bahasan dan duduk di sisi Andini. Sedangkan Sisi, memilih duduk di sebelah Ratmi.“Kan semalam baru sampai ke Karawangnya, tadi Bibi beli. Gak masak,” jawab Andini.“Bibi masih berasa banget capeknya, Daff. Gak papa ya, sarapan nasi uduk dulu?” ucap Ratmi yang memang masih terlihat lelah.“Gak papa, Bi. Santai aja. Ohya, aku mau langsung kerja hari ini. Kamu istirahat dulu ya, Dek, takut capek,” ucap Daffi mengusap kepala Andini pe
Read more