"Kemari, kucing sialan. Kau harus mendapat balasan karena perbuatanmu semalam!" tantang Ignis sembari meregangkan jari-jarinya.Leo menaruh piring di tangannya, ikut terpancing. "Padahal ini belum giliranmu datang, burung!"Tapi belum sempat melangkah, suara Violet menginterupsi."Sekali lagi aku mendengar pertengkaran, tidak ada yang boleh masuk ke mansion ini lagi." Suaranya tenang, namun penuh ancaman.Dan ucapan Violet berhasil melerai mereka. Leo langsung menunduk, sedangkan Ignis tersenyum ramah, mencoba merayu Violet."Baiklah, Vio. Jangan marah. Daripada memakan bola arang itu, aku bawakan sesuatu untukmu."Ignis menunjukkan sebuah kantung di punggungnya. Senyuman lebar masih terpancar di wajahnya, tanpa rasa bersalah.Violet mengerjap, lalu menarik napas panjang. "Iya, baiklah."Ignis bersorak dalam hati. Diam-diam ia menatap Leo dengan wajah sombong penuh kemenangan. Bibirnya terbuka seolah mengatakan, "Begini caranya mendapatkan hati perempuan, otak-otot!"Rahang Leo menega
اقرأ المزيد