Violet mengerutkan kening, berpikir sejenak. Di tengah itu, Sylvia mendekat, masih dengan senyum kemenangannya. "Kamu bisa pergi, Nona Violet. Atau, jika mau, nikmati waktumu di sini," ucapnya dengan nada mengejek. Ia berbalik dan pergi sambil menutup pintu ruangan. Violet mendengus kesal, namun ia lebih fokus pada koala gendut di depannya. "Untuk apa aku menemui Zero? Dia tak pernah membalas suratku. Dia tak mungkin peduli padaku." "Itu karena kamu belum memberinya alasan untuk peduli," jelas Bobo, matanya melotot, berusaha menahan kantuk. "Kamu harus mendapatkan posisi yang pantas di klan Naga agar keseimbangan di antara empat klan besar terjaga." Violet terdiam, merenungkan kata-kata Bobo. Mungkin benar. Selama ini ia hanya pasrah, tak pernah benar-benar berjuang untuk diakui. "Baiklah," Violet kembali bertekad. "Aku akan menemui Zero."
اقرأ المزيد