Sylvia melangkah keluar dari ruang dengan mata masih berkaca-kaca. Begitu melihat Violet, ia memberi tatapan tajam."Minggir!" desisnya, bahunya nyaris menyenggol Violet.Dylan langsung menarik Violet ke sampingnya. Wajahnya sedikit jengkel, hendak membalas. Tapi Sylvia sudah berlalu pergi."Biarkan saja, Dylan," ucap Violet pelan. Dia lebih fokus pada tujuannya saat ini, lalu mengetuk pintu ruangan di depannya."Yang Mulia, ini aku Violet.""Masuklah," sahut dari dalam.Violet membuka pintu, masuk ke ruang. Di dalam, Raja Arven duduk di kursi utama. Dan ternyata ada Zero juga di sana, menyilangkan tangan dengan datar. Ia tak menyapa, tak juga menatap ke arah Violet.Violet memilih mengabaikannya."Silakan duduk," ucap Arven mempersilahkan.Violet duduk di sofa sisi kiri raja. Dylan duduk di sampingnya, otomatis berhadapan dengan Zero di seberang meja.Zero membalas dengan tatapan serupa, tapi tak ada satu kata pun keluar. Seperti dua predator saling mengukur, hanya dengan tatapan.Vio
اقرأ المزيد