Violet menelan ludah. Dalam hati, ia membulatkan tekad, lalu merangkul Ignis."Malam ini aku milikmu," bisiknya pelan.Akal sehat Ignis putus dan tak membuang waktu kembali menyerang bibir Violet. Ciuman mereka kali ini penuh hasrat yang sudah lama tertahan. Lidah Ignis menjelajah, mengeksplorasi, seolah ingin menelan seluruh keberadaan Violet.Ciuman bibir, turun ke leher, lalu dada. Ignis membuka pakaian Violet sampai sobek, lalu melemparkannya ke sembarang arah.Ignis menjauh, membuka pakaiannya sendiri. Gerakannya cepat, melupakan rasa sakit di tubuhnya. Panas dan gairah mengalahkan semua itu."I-Ignis... Tolong pelan-pelan," bisik Violet, napasnya mulai memburu."Aku tak bisa berjanji, Vio."Ignis kembali mengungkung Violet. Tubuhnya yang bidang menaungi tubuh mungil Violet sepenuhnya. Tangannya yang hangat meremas dan menghisap dada lembut istrinya, meninggalkan jejak-jejak basah di kulit halus itu."Emh..."
اقرأ المزيد