Sofia pulang ke rumah, ayah dan ibunya terkejut karena dia pulang lebih cepat. Wajahnya terlihat lesu, kedua matanya memerah seperti habis menangis.Sofia pergi ke dapur, mengambil segelas air hangat. Dia meneguknya dengan cepat, sambil menahan air mata.Ibunya memperhatikan, lalu menghampirinya dengan pelan.“Ada apa denganmu, Sofia? Apa terjadi sesuatu?”“Tidak, Mom,” Sofia berusaha untuk tidak memandangi ibunya.“Jangan berbohong. Mommy tah telah terjadi sesuatu padamu,” dia sudah berada di samping Sofia, memegangi lengannya dengan lembut, “Setiap kali kau sedih, kau pasti tidak berani menatap Mommy.”“Aku tidak apa-apa, sungguh.”“Kalau tidak terjadi apa-apa, kenapa kau berpaling seperti itu?”“Aku?” Sofia menggigit bibir, tak sanggup melanjutkan perkataannya.Marie memutar tubuh putrinya dengan pelan. Mengangkat wajah Sofia yang menunduk.“Lihat dirimu,” ucapnya lembut, “Kau tidak bisa membohongi Mommy.”Tanpa Sofia inginkan, air matanya jatuh. Dia sudah tak bisa menahan diri lag
Last Updated : 2026-03-26 Read more