Safir terdiam tak mengatakan apa-apa saat dirinya tahu ada di rumah sakit. Yang membuatnya bungkam, matanya melihat cowok yang kini masuk ke ruangannya, tersenyum dan melambai. Safir tidak tahu itu siapa, tapi Safir rasa dia pernah melihatnya, namun entah di mana."Ada keluhan, gak? Gue mau manggil dokter," ucap cowok tinggi dengan rambut hitam itu. Safir menggeleng, dia bangkit perlahan hingga tubuhnya kini duduk tegak. "Kamu yang bawa aku ke sini?" Cowok itu menggeleng. "Bukan gue doang, yang lain juga," jawabnya seraya tersenyum.Safir mengernyit, dia menyingkap selimut yang dikenakannya dan turun dari brankar membuat cowok di depannya itu panik. Merapikan seragamnya sejenak, Safir tersenyum tulus. "Makasih udah nolongin aku, biayanya pasti aku ganti. Tapi besok, gak papa?"Cowok menjulang itu menggeleng, dia segera mengikuti Safir yang keluar dari ruangan. "Harusnya lo istirahat--""LHO?!" Pekikan dari cowok lain di luar ruangan membuat langkah Safir dan cowok di belakangnya ter
Last Updated : 2026-03-17 Read more