"Kalian berdua ini apakah tidak bisa berhenti bertengkar sejenak?" Aruna akhirnya berseru, berusaha melerai mereka sebisa mungkin.Namun, bukannya berhenti, keduanya justru semakin cemberut. Mereka benar-benar terlihat seperti dua anak kecil yang sedang memperebutkan sebuah mainan—dan entah bagaimana, Aruna merasa dirinyalah mainan tersebut.Rowan akhirnya berdeham, berusaha mengalihkan pembicaraan."Anda adalah tamu saya, Lady Evelyne. Sudah seharusnya saya menjamu Anda dan mengajak Anda berkeliling. Namun, hari sudah larut. Sepertinya besok lebih baik."Rowan sengaja menggunakan kedudukannya sebagai tuan rumah untuk mencari alasan agar dapat menghabiskan waktu bersama Aruna.Russle yang berdiri di sampingnya langsung menundukkan wajah. Bahunya sedikit bergetar karena berusaha keras menahan tawa.Namun, sebelum Rowan sempat melanjutkan, Kael sudah menyela."Lady Evelyne, bukankah sudah seharusnya saya yang menjadi teman hidup Anda?"Aruna menoleh.Kael tersenyum penuh percaya diri."
Read more