"Berpikirlah tanpa emosi, Rowan."Suara Elandor terdengar dari seluruh penjuru labirin.Tegas, tetapi tetap tenang.Namun sosoknya sama sekali tidak terlihat.Rowan terdiam.Ia menatap tangannya yang terluka, lalu memandang kembali puluhan cermin di hadapannya.Selama ini ia hanya mengandalkan amarah.Setiap kali melihat wajah Vesper, ia ingin menghancurkannya.Tetapi justru itulah yang membuatnya terus terjebak.Rowan menarik napas panjang.Sekali.Dua kali.Kemudian ia menutup matanya."Tanpa emosi..."Ia membuka matanya kembali.Kali ini tatapannya jauh lebih tenang.Ia mulai mengamati satu per satu bayangan Vesper.Tidak menyerang.Tidak bergerak.Hanya mengamati.Bayangan pertama bergerak sedikit.Yang kedua juga.Yang ketiga...Semuanya tampak sama.Namun setelah memperhatikannya lebih lama, Rowan menyadari sesuatu.Ada satu bayangan yang tidak mengikuti gerakan Vesper lainnya.Ketika semua bayangan mengangkat tangan, bayangan itu tetap diam.Ketika yang lain melangkah maju, ia
Read more