Malam itu belum benar-benar selesai bagi Indra, meskipun tubuhnya sudah berdiri diam di dalam kamar hotel yang sunyi. Setelah panggilan kedua itu berakhir, ada sesuatu yang terus berputar di dalam kepalanya, bukan sekadar rasa penasaran, melainkan dorongan yang lebih dalam dan sulit dijelaskan. Ia berdiri di dekat jendela, menatap kota yang berkilau di bawah, tetapi pikirannya jauh dari pemandangan itu.Clara masih berada di dalam ruangan yang sama, tetapi ia tidak mengganggu. Wanita itu memperhatikan dari kejauhan, matanya tenang namun tajam, seolah sedang menilai ulang seluruh situasi. Ia tahu, sesuatu baru saja berubah dalam diri Indra, dan perubahan itu bukan sesuatu yang bisa ia kendalikan sepenuhnya.Indra menghela napas pelan, lalu berkata tanpa menoleh, “Kamu sengaja, ya?” Suaranya terdengar santai, tetapi ada lapisan lain di dalamnya, sesuatu yang lebih dingin.Clara mengangkat alis sedikit. “Sengaja apa?” balasnya ringan sambil melangkah mendekat, seolah tidak terpengaruh ol
อ่านเพิ่มเติม