Ruangan itu masih terdiam setelah kata-kata terakhir Indra menggantung di udara. Tidak ada yang berani menyela, tidak juga mencoba mencairkan suasana. Semua orang seperti menunggu sesuatu, entah keputusan, ledakan emosi, atau kehancuran yang mungkin terjadi kapan saja. Namun yang justru muncul adalah tekanan yang semakin dalam, perlahan, dan tidak terlihat.Dimas berdiri di tempatnya, rahangnya mengeras, tetapi matanya tidak lagi setegas sebelumnya. Ia menatap Indra dengan cara yang berbeda, bukan lagi sekadar merendahkan, tetapi mencoba memahami sesuatu yang tidak bisa ia jangkau. Di dalam kepalanya, perhitungan demi perhitungan berjalan cepat, namun semuanya berujung pada satu hal yang sama, ia kehilangan kendali atas situasi ini.Dina berdiri sedikit di belakangnya, tetapi posisinya terasa tidak jelas. Ia tidak lagi benar-benar berada di sisi Dimas, tetapi juga tidak berani mendekat ke arah Indra. Tubuhnya kaku, tangannya perlahan turun dari lengan Dimas, dan matanya masih terpaku
اقرأ المزيد