Jleb! Tubuh Indra terasa seolah tersedot ke dalam kegelapan hangat Dina, detak jantung mereka berpacu dalam satu ritme yang sama. Wajah Dina memerah, matanya berkaca-kaca, dan pinggulnya sedikit bergoyang seiring ketegangan yang mengalir di antara mereka. Indra menatapnya, napasnya tersengal, jantungnya berdetak tak karuan. Namun, sebelum mereka sempat menyesuaikan diri dengan momen itu, suara ponsel memecah keheningan. Kriiing… Kriiiing…Dina menoleh cepat, tangannya gemetar saat mengambil ponsel. “Siapa…?” gumamnya, nada suaranya lebih pelan dari biasanya. Indra mencondongkan tubuh, menatap layar, tapi Dina menepisnya dengan lembut. “Ini urusanku,” katanya, mencoba menenangkan diri, meski matanya menatap Indra penuh kecemasan. Indra mengangguk, menahan diri, tetapi napasnya tetap cepat, merasakan ketegangan yang melingkupi ruangan.Dina menekan tombol terima. “Halo?” Suara lembutnya terdengar tegang. Wajahnya berubah seketika saat mendengar jawaban di ujung sana. Indra menahan diri
اقرأ المزيد