LOGINDUUUUUUUUUMMMMMM!!!Ledakan elektromagnetik raksasa langsung meledak dari kendaraan lapis baja yang hancur di sisi pelabuhan tepat setelah suara peringatan terakhir menggema, sementara cahaya putih kebiruan menyapu seluruh area seperti gelombang badai yang merobek udara malam hingga membuat kontainer-kontainer besar bergetar keras dan seluruh lampu pelabuhan pecah bersamaan dalam satu dentuman memekakkan telinga yang terasa sampai ke dermaga paling ujung.BBBBZZZZZTTTTT!!Arus listrik liar meloncat ke segala arah sambil menghantam tiang-tiang besi dan kabel-kabel utama pelabuhan hingga percikan api beterbangan seperti hujan cahaya biru di tengah malam yang dipenuhi asap dan bau logam terbakar.Ayu refleks memejamkan mata ketika tekanan besar menghantam tubuhnya secara frontal, sementara tanah di bawah kakinya ikut bergetar keras akibat ledakan yang terlalu dekat dengan posisi mereka.Namun sebelum tubuhnya terpental ke belakang karena gelombang ledakan tersebut, seseorang langsung men
Lamaran tiba-tiba yang keluar dari mulut Indra membuat angin laut di area pelabuhan seolah berhenti sesaat, sementara suara dengungan listrik dari mesin-mesin Mata Erebos perlahan terasa semakin jauh di telinga Ayu karena seluruh pikirannya mendadak kosong ketika kedua tangannya digenggam erat di dada pria itu, dan di tengah reruntuhan kontainer, percikan api, serta aroma darah yang masih memenuhi udara malam, jantungnya justru berdetak jauh lebih keras dibanding seluruh ledakan yang terjadi sebelumnya.Mata Ayu membesar.Bibirnya sedikit terbuka.Namun tidak ada kata yang langsung keluar.Karena ia benar-benar tidak menyangka pria seperti Indra Birawa akan mengatakan hal seperti itu.Apalagi…di tengah medan perang seperti sekarang.Indra tetap menatapnya lurus.Sorot matanya masih dingin seperti biasa.Namun kali ini…ada sesuatu yang jauh lebih dalam tersembunyi di sana.Ketulusan.Dan justru itu yang membuat napas Ayu semakin kacau.Di sisi lain…seluruh area pelabuhan mendadak su
Suara dengungan listrik yang memenuhi area pelabuhan perlahan berubah semakin keras setelah tongkat logam pria berjubah hitam menghantam beton untuk kedua kalinya, sementara arus-arus biru mulai menjalar di sepanjang kontainer dan crane tua seperti ular cahaya yang bergerak liar di tengah malam, membuat udara di sekitar terasa panas sekaligus menyesakkan hingga beberapa anggota Pasukan Abyss refleks mundur dengan wajah tegang karena mereka sendiri belum pernah melihat mode aktivasi penuh Mata Erebos digunakan secara langsung sebelumnya.BBBBZZZZTTT!Percikan listrik meloncat dari satu tiang besi ke tiang lainnya.Lampu sorot kendaraan tempur berkedip tidak stabil.Suasana pelabuhan berubah seperti pusat badai elektromagnetik yang siap meledak kapan saja.Namun…di tengah seluruh tekanan mengerikan itu…Ayu justru tidak lagi memandang ke arah pasukan Mata Erebos.Tatapannya hanya tertuju pada satu orang.Indra.Pria itu masih berdiri diam di tengah kawah kecil bekas pendaratannya tadi,
Gelombang kejut dari benturan antara tinju Indra dan tongkat logam pria berjubah hitam masih menyapu area pelabuhan ketika suara dentuman keras terus menggema ke segala arah, sementara kontainer-kontainer raksasa berderit seperti akan roboh akibat tekanan yang baru saja menghantam seluruh kawasan, dan ombak laut di sisi dermaga naik tinggi sebelum menghantam tiang-tiang pelabuhan tua dengan suara bergemuruh yang membuat suasana malam terasa semakin mencekam.DUUUUMMM!Retakan panjang mulai menyebar di bawah kaki kedua monster tersebut.Beton pelabuhan perlahan hancur.Percikan listrik dari kabel-kabel putus menari liar di udara bercampur debu dan asap panas yang memenuhi area sekitar benturan.Ayu yang berdiri tidak jauh dari sana sampai harus menahan tubuhnya menggunakan sisi kendaraan rusak agar tidak terjatuh akibat tekanan angin yang begitu besar, sementara napasnya terasa semakin sesak ketika melihat bagaimana udara di sekitar Indra dan pria berjubah hitam itu seperti bergetar ti
Tubuh Harun Naga masih berguling di atas beton pelabuhan ketika suara dentuman logam dari kontainer-kontainer yang runtuh terus menggema ke segala arah, sementara percikan api dan kabel listrik yang putus menari liar di udara malam bercampur aroma mesiu yang semakin pekat hingga seluruh area terasa seperti neraka perang yang baru saja dibuka paksa oleh amukan monster yang selama ini ditahan dalam bayangan.BRAKKK!Satu kontainer besar akhirnya roboh sepenuhnya tepat beberapa meter dari tubuh Harun Naga hingga debu dan serpihan besi beterbangan menutupi area sekitarnya, sementara pria itu terbatuk keras sambil memuntahkan darah segar yang mengalir dari sudut bibirnya ke permukaan beton retak.Napasnya mulai kacau.Dadanya terasa seperti dihantam palu raksasa.Dan untuk pertama kalinya sejak bertahun-tahun hidup di dunia perang bawah tanah…Harun Naga benar-benar menyadari satu kenyataan yang selama ini tidak mau ia akui.Indra Birawa sekarang…berada di level yang bahkan tidak lagi bis
DUUUUMMMM!Gelombang tekanan besar langsung meledak dari tubuh Indra tepat setelah kalimat terakhirnya jatuh di udara malam pelabuhan, sementara angin laut yang sebelumnya hanya berembus keras kini berubah seperti badai yang menyapu seluruh area kontainer hingga mantel hitam panjangnya berkibar liar di tengah cahaya lampu sorot kendaraan tempur, dan tekanan mengerikan itu membuat beberapa anggota Pasukan Abyss refleks mundur dengan wajah pucat karena insting bertahan hidup mereka menangkap sesuatu yang jauh lebih berbahaya dibanding seluruh kekacauan sebelumnya.Beton di bawah kaki Indra mulai retak perlahan.KRAKK… KRAKKK…Retakan panjang menyebar seperti jaring laba-laba ke segala arah.Ayu yang berdiri tepat di dekatnya langsung membelalakkan mata ketika merasakan udara di sekitar tubuh Indra berubah jauh lebih berat dibanding sebelumnya, seolah pria itu benar-benar berhenti menahan sesuatu yang selama ini dikunci rapat di dalam dirinya.Sementara itu…di atas kontainer-kontainer t